Alasan Ridwan Kamil Bangun Rumah Deret di Tamansari

Kompas.com - 30/10/2017, 18:36 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017).
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjabarkan alasannya membangun rumah deret di kawasan Tamansari. Ridwan menuturkan, rumah deret dibangun agar kapasitas permukiman untuk warga bisa meningkat.

"Kenapa ini diperjuangkan agar kapasitas jumlah penduduk Bandung bisa bertambah empat kali lipat di lokasi yang sama. Ini fokus untuk menengah bawah juga," kata Emil, sapaan akrabnya, Senin (30/10/2017).

Proyek rumah deret itu rencananya di bangun di lahan seluas 5.000 meter persegi yang diklaim milik Pemkot Bandung berada tepat di kolong jembatan Pasupati. Lokasi itu memang jadi salah satu kawasan paling strategis di Kota Bandung.

Namun dari kacamata pemerintah, area permukiman itu perlu ditata lantaran dianggap kumuh. Proyek itu sekaligus jadi langkah Pemkot Bandung dalam menertibkan aset daerah.

Baca juga : Soal Rumah Deret Tamansari, Ridwan Kamil Sebut Ada Provokasi

Pemukiman padat penduduk di kawasan Tamansari terancam tergusur proyek rumah deret yang akan dibangun oleh Pemkot Bandung, Jumat (6/10/2017)KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Pemukiman padat penduduk di kawasan Tamansari terancam tergusur proyek rumah deret yang akan dibangun oleh Pemkot Bandung, Jumat (6/10/2017)
"Kalau sekarang saya hanya rapi-rapi estetika saja, yang eksisting tidak menyelesaikan masalah urbanisasi. Karena jumlah penduduk Bandung ini padat. proyek di Tamansari itu supaya nanti ada tambahan keluarga supaya anak cucunya bisa tinggal di Tamansari juga," papar Emil.

"Bagaimana tidak higienisnya, bangunannya juga tidak layak huni, banyak sekali masih buang saluran ke sungai, gangnya sempit. Dan pertanyaannya kalau saya tidak mengambil inisiatif maka penduduk Bandung, anak anda, mau tinggal di mana," tambah Emil.

Emil menegaskan, tak ada upaya penggusuran dalam proyek rumah deret. Sebab, setelah selai dibangun warga akan kembali menempati lokasi itu. Namun, mengingat lahan tersebut milik Pemkot, warga berkewajiban membayar uang sewa di kisaran Rp. 270 ribu dan gratis uang sewa di lima tahun pertama.

Selama proyek berlangsung, warga juga dapat uang kerahiman untuk menyewa rumah sementara.  "Pertama mereka akan pindah lagi ke situ, pas pindahnya dibayarin kontrakannya atau pindah ke apartemen sementara, bangunan akan diganti secukupnya. Jadi apa alasannya (keberatan warga)?" ujar Emil.

"Ingin digratiskan? Kita akan kelola diwaktu yang menurut kita wajar kan enggak mungkin hidup ini tanpa kewajiban tanahnya kan tanah orang lain," tambah dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Cianjur Sembuh, Angka Kematian PDP Tinggi

Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Cianjur Sembuh, Angka Kematian PDP Tinggi

Regional
Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Regional
Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Regional
Hitam dan Merah Kota Surabaya

Hitam dan Merah Kota Surabaya

Regional
PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

Regional
Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Regional
Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Regional
Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X