155 Kades di Kabupaten Musi Rawas Dipilih dengan Sistem E-Voting

Kompas.com - 30/10/2017, 10:29 WIB
Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan KOMPAS.COM/FIRMANSYAHBupati Musi Rawas Hendra Gunawan
|
EditorFarid Assifa

MUSI RAWAS, KOMPAS.com - Tidak kurang dari 155 kepala desa di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, sepanjang 2013 hingga 2016 berhasil dipilih menggunakan sistem pemilihan elektronik ( e-voting).

"Saat ini Musi Rawas berhasil melakukan sistem pemilihan kepala desa menggunakan sistem pemilihan elektronik (e-voting), sistem ini diakui sangat efektif dan efesien," kata Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan dalam rilis pada Kompas.com, Senin (30/10/2017).

Sistem e-voting, menurutnya, praktis, hemat anggaran dan mengurangi kecurangan karena semua berbasis komputerisasi.

Kabupaten Musi Rawas merupakan daerah pertama di Indonesia yang menerapkan secara serentak pemilihan kepala berbasis elektronik dan tetap konsisten.

"Desember 2017 akan berlangsung pemilihan 16 kepala desa di Musi Rawas, sistemnya tetap menggunakan pemilihan elektronik," ungkap Hendra Gunawan.

Pengalaman Musi Rawas menggelar e-voting menghasilkan kesimpulan bahwa sistem pemilihan kepala desa berbasis elektronik meningkatkan angka partisipasi pemilih di atas 80 persen hingga 97 persen.

Hendra berharap, sistem pemilihan berbasis elektronik tingkat desa yang telah dilakukan di daerahnya dapat diadopsi oleh pemerintah dalam skala yang lebih besar seperti pemilihan umum kepala daerah bahkan presiden.

Baca juga : Mendagri: E-Voting Memungkinkan untuk Dilakukan

Konsistensi Kabupaten Musi Rawas menerapkan sistem pemilihan kepala desa berbasis elektronik mengantarkan daerah itu masuk ke 10 nominator Penilaian dan Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif (Innovative Government Award/IGA) tahun 2017 yang diselenggarakan Kemendagri.

"Kami bersaing dengan daerah lain yang tentu inovasi daerahnya juga luar biasa dalam upaya membangun daerah. Ini sudah menjadi kebahagiaan kami masyarakat Musi Rawas," tegas Hendra.

Selain e-voting, terdapat empat inovasi lain dari Musi Rawas yang masuk ke nominator tersebut, yakni inovasi bidang kependudukan. Musi Rawas memiliki dua program unggulan, yakni pelayanan administrasi bidang kependudukan dengan tagline "Jempol", kepanjangan dari pelayanan jemput bola. Masyarakat terbantu dengan kehadiran mobil pelayanan hingga ke pelosok desa.

Baca juga : E-Voting Jadi Acuan KPU untuk Memodernisasi Sistem Pemilu

Selanjutnya Inovasi bidang kesehatan melalui gerakan Mura Sempurna Sehat dan program Jamban Sehat. Terdapat pula bidang pelayanan publik, inovasi bidang keagamaan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X