Pelabuhan Kumai Siap Terima Korban Kebakaran Kapal Dharma Kencana II

Kompas.com - 29/10/2017, 20:59 WIB
Salah satu tenda yang dipasang di sudut lapangan Pelabuhan Kumai untuk persiapan menangani evakuasi penumpang KM Dharma Kencana II yang terbakar di Karimun Jawa, Minggu (29/10/2017) Kompas.com/Budi BaskoroSalah satu tenda yang dipasang di sudut lapangan Pelabuhan Kumai untuk persiapan menangani evakuasi penumpang KM Dharma Kencana II yang terbakar di Karimun Jawa, Minggu (29/10/2017)
|
EditorAmir Sodikin

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Kencana II rute Semarang-Pontianak, yang terbakar di perairan Karimunjawa akan dievakuasi ke Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Posko persiapan dan ruang penampungan para penumpang pun telah disiapkan.

Dalam pantauan Kompas.com, Minggu (29/10/2017) malam, kini salah satu gudang penampungan barang sementara di Pelabuhan Kumai, sudah dikemas menjadi ruang penampungan. Karpet dan alas tidur sementara telah dihampar di sana.

Di luar gudang, juga berdiri beberapa tenda, yang bertuliskan milik polisi dan Kementerian Sosial. Tenda-tenda itu juga dilengkapi tandu untuk mengangkut penumpang.

"Itu tenda walau punya polisi, akan menjadi posko keterwakilan KSOP, TNI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD. Itu terwakilkan di sana semua," kata Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Pria Premos.

Baca juga : Kapal Terbakar di Karimunjawa, Seluruh Penumpang Selamat dan Dievakuasi Menuju Pelabuhan Kumai

Penumpang korban kebakaran kapal yang berjumlah 119 itu saat ini tengah dalam perjalanan menggunakan KM Kirana I, armada milik PT Dharma Lautan Utama juga.

Kapal Dharma Kencana II dikabarkan terbakar di perairan‎ Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (29/10/2017).Dokumentasi warga Kapal Dharma Kencana II dikabarkan terbakar di perairan‎ Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (29/10/2017).
Mereka diperkirakan merapat di Pelabuhan Kumai sekitar pukul 07.00 WIB, Senin (30/10/2017) pagi.

"Semua penumpang sudah dievakuasi dengan selamat ke kapal kita yang lain. Kebetulan kapal kita yang dipakai evakuasi itu tujuan Kumai," ujar Gede Maharta, Manajer Usaha PT Dharma Lautan Utama, yang langsung terbang ke Pangkalan Bun, dari Semarang untuk mengecek kesiapan evakuasi di Pelabuhan Kumai, Minggu (29/10/2017) petang.

"Kita juga akan menyiapkan perjalanan lanjutan mereka, termasuk seluruh akomodasi dan keperluan mereka," lanjut Gede.

Baca juga : Kapal Terbakar di Karimunjawa Tenggelam Beserta Puluhan Kendaraan Milik Penumpangnya

Ia menambahkan, penumpang dengan tujuan Pontianak akan diberangkatkan dengan bus. Sementara yang meminta kembali ke Semarang, akan diterbangkan lewat Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

"Kalau mereka mau menginap kita sediakan akomodasi. Kita juga beri uang saku Rp 1.000.000 di luar asuransi," ujar Gede.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Sederet Fakta Musibah Gas Geothermal Mandailing Natal, 5 Warga Tewas, Kronologi hingga Penjelasan Pengelola

Sederet Fakta Musibah Gas Geothermal Mandailing Natal, 5 Warga Tewas, Kronologi hingga Penjelasan Pengelola

Regional
Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Regional
Manajemen Artis TikTok Pembuat Kerumunan di Madiun Mengaku Lalai: Kami Akan Lebih Hati-hati

Manajemen Artis TikTok Pembuat Kerumunan di Madiun Mengaku Lalai: Kami Akan Lebih Hati-hati

Regional
Gara-gara Ada 2 Kepala Dinas, Kantor Kadis PU Bina Marga Jember Disegel DPRD

Gara-gara Ada 2 Kepala Dinas, Kantor Kadis PU Bina Marga Jember Disegel DPRD

Regional
Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Kisah Suami Jebak Istri Bawa Sabu Biar Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Motifnya

Regional
Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Begini Modus Oknum Pendamping PKH di Cianjur Gelapkan Dana Bansos

Regional
ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

ASN Tertangkap Mesum di Mobil, Bupati: Kasus Ini Mencemarkan Nama Baik Pemkab Sampang

Regional
Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Tanpa Dirawat di RS

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X