Viral Video Buang Sampah, Dua Pria Ini Dihukum Bersihkan Sungai

Kompas.com - 29/10/2017, 13:09 WIB
Pelaku dihukum membersihkan sampah di sungai Pandasari, Desa Batusari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Sabtu (28/10/2017). Dok. DLH Kabupaten TemanggungPelaku dihukum membersihkan sampah di sungai Pandasari, Desa Batusari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Sabtu (28/10/2017).
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memberikan sanksi kepada dua pria yang kedapatan membuang sampah di sungai Pandasi, Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Selasa (24/10/2017) lalu. Dua pria itu diminta membersihkan sungai sampai benar-bersih dari sampah.

"Kami telah meminta penjelasan mereka, dan mereka mengakui perbuatannya itu. Sebagai hukuman mereka diminta untuk membersihkan sungai sampai bersih, sejak Jumat (27/10/2017)," kata Kepala DLG Temanggung, Agus Prasojo, Minggu (29/10/2017).

Keduanya bersedia membersihkan dengan disaksikan pejabat DLH Temanggung, aparat Polsek dan Koramil Kledung. Disamping hukuman itu, kata Agus, mereka juga wajib menulis surat pernyataan bermaterai untuk tidak melakukan perbuatan yang sama dikemudian hari.

Berkaca pada kejadian ini, pihaknya berharap masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih tertib serta mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga : Viral, Video 2 Pria Buang Sampah ke Sungai dan Tak Gubris Teguran Anggota DPD

Sungai Pandasi, Desa Batursari, Kecamatan  Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.KOMPAS.com/Ika Fitriana Sungai Pandasi, Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Dia menyatakan akan lebih gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sampah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Desa Batusari, Bejo Sutantyo, mengakui sungai Pandasari selama ini menjadi lokasi favorit warga untuk membuang sampah. Biasanya, sampah berupa sisa sayur yang tak layak konsumsi.

"Kalau musim panen itu banyak (warga) yang buang ke situ. Biasanya warga desa tetangga," katanya.

Pihaknya mengaku telah mengajukan usulan pembangunan tempat pengelolaan sampah desa. Namun, sampai saat ini usulan witu belum dikabulkan pemerintah. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah bisa segera membangun tempat pengelolaan sampah di desa ini.

Baca juga : Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan dan Andalkan Pasukan Oranye

Sebelumnya, sebuah video yang merekam aksi dua pria sedang membuang sampah ke sungai viral di media sosial. Video berdurasi 3 menit 38 detik itu diunggah pertama di laman facebook oleh akun Kang Ery dan menuai ratusan komentar.

Betapa tidak, dua pria itu tidak menggubris teguran seorang wanita yang memperingatkan agar menghentikan aksi buang sampah itu. Wanita itu diketahui adalah anggata DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi yang saat itu sedang dalam perjalanan di daerah itu.

Kompas TV Sepanjang kurang lebih satu kilometer median jalan dipenuhi tumpukan sampah warga Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.