Golkar Dukung Ridwan Kamil, Agun Gunandjar Sebut Masih Ada Kemungkinan Lain

Kompas.com - 28/10/2017, 15:20 WIB
Politisi Partai Golkar sekaligus Ketua Pansus hak angket KPK, Agun Gunandjar usai diperiksa penyidik di gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAPolitisi Partai Golkar sekaligus Ketua Pansus hak angket KPK, Agun Gunandjar usai diperiksa penyidik di gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I DPP Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menilai, rekomendasi yang diberikan oleh partainya kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Anggota DPR RI Daniel Muttaqien sebagai pasangan calon di Pilgub Jabar belum final.

Agun menyebut berbagai pertimbangan masih dimungkinkan terjadi sampai pada momentum penetapan pasangan calon yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat.

“Masih ada kemungkinan – kemungkinan, karena rekomendasi yang kemarin disampaikan itu bukan dokumen yang secara definitif akan disampaikan ke KPU Jawa Barat,” ucap Agun saat dikonfirmasi Sabtu (28/10/2017).

Anggota DPR RI dari daerah Priangan tersebut meminta kepada DPP Partai Golkar agar memperhatikan secara sungguh-sungguh dedikasi dan loyalitas Ketua DPD Partai Golkar Dedi Mulyadi untuk partai selama ini. Dia melihat, Bupati Purwakarta tersebut telah berhasil menciptakan soliditas yang kuat di Jawa Barat.

Baca juga : Golkar Dukung Ridwan Kamil, Harga Diri Dedi Mulyadi Dipertaruhkan

“PP (Pemenangan Pemilu) Jawa I meminta kepada DPP Partai Golkar agar memberikan apresiasi kepada Saudara Dedi Mulyadi yang telah berhasil membangun kesolidan di Golkar Jawa Barat,” katanya.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, Agun mengingatkan bahwa Jawa Barat menjadi salah satu daerah sentral semua partai politik di tingkat nasional. Hal ini berimplikasi pada perolehan suara masing-masing partai dalam momen Pilkada 2018 maupun Pileg dan Pilpres 2019 tahun depan.

“Jawa Barat ini menjadi aset bagi seluruh partai, karenanya kesolidan menjadi penting sebab berkaitan dengan kemenangan berbagai kontestasi politik seperti Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Saudara Dedi telah berhasil menciptakan itu,” ucapnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat sesi foto di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Dedi Mulyadi digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat sesi foto di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Dedi Mulyadi digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018.
Kesolidan internal Partai Golkar ini dibuktikan dengan perolehan elektabilitas yang terus menerus naik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan daerah lain bahkan dengan elektabilitas partai berlambang pohon beringin tersebut secara nasional yang terus menurun.

“Pengurus dan kader di arus bawah ini sangat nyaman dengan pola yang dibangun oleh Saudara Dedi, sehingga Golkar di Jawa Barat elektabilitasnya naik, solidnya internal dan berhasil meraih simpul eksternal. Ini aset besar bagi Partai Golkar. Makanya, solid dulu, baru berkarya,” sebut dia.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar melalui Sekretaris Jenderal Idrus Marham memberikan keterangan pers bahwa Partai Golkar telah memberikan rekomendasi untuk Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2018 mendatang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya 'Serbu' Landasan Pacu Bandara

Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya "Serbu" Landasan Pacu Bandara

Regional
663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

Regional
Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Regional
Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Regional
Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Regional
Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Regional
Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Regional
150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

Regional
Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Regional
6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

Regional
Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Regional
Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Regional
Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Regional
Wali Kota Bitung Berencana Pesan Ribuan Antivirus Corona Buatan Kementan

Wali Kota Bitung Berencana Pesan Ribuan Antivirus Corona Buatan Kementan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X