Kompas.com - 27/10/2017, 14:39 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MALANG, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menindaklanjuti aduan dari warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang yang terdampak pembangunan interchange Jalan Tol Malang - Pandaan.

Tim dari Komnas HAM mulai turun ke lapangan untuk mencocokkan data aduan dengan data di lapangan dan data yang ada di Pemerintah Kota Malang.

Sebelumnya, warga Kelurahan Madyopuro menolak pembebasan lahan yang dilakukan oleh panitia. Penolakan itu didasari oleh nilai ganti rugi yang dianggap terlalu sedikit.

"Jadi Komnas HAM hanya menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Kita kroscek lapangan, kroscek data di pengadu dengan data pembandingnya dari data di Pemkot Malang," kata Kepala Biro Penegakan Komnas HAM, Johan Effendi, Jumat (27/10/2017) di Balai Kota Malang.

Baca juga: Warga Gugat Kementerian PUPR soal Pembebasan Lahan Tol Malang-Pandaan

Johan mengatakan, data yang dikumpulkan nantinya akan diproses. Setelah itu, Komnas HAM akan mengeluarkan rekomendasi terkait persoalan pembebasan lahan tersebut. "Rekomendasinya nanti. Jadi kasusnya diselesaikan dulu, baru dieksekusi," ucapnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto mengaku hingga saat ini masih ada sejumlah warga yang menolak melepaskan tanahnya. Padahal, gugatan warga yang diajukan ke Pengadilan Negeri Malang sudah kalah dan pemerintah sudah mengambil langkah konsinyasi.

"41 KK yang belum mengambil konsinyasi di pengadilan. Dengan klasifikasi, lima KK itu masih ada sengketa kepemilikan di internal mereka," katanya.

Wasto pun mengakui bahwa ada sejumlah warga yang belum sepakat soal penentuan nilai ganti rugi lahan. Namun pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak karena Pemerintah Kota Malang hanya sebagai fasilitator. "Pemkot ini hanya memfasilitasi. Eksekusi ada di PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), itu di Kementerian PU," katanya.

Proyek Tol Malang-Pandaan sendiri ditargetkan selesai awal tahun depan.

Seperti diberitakan, sejumlah warga di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang bersikeras tidak melepaskan tanahnya. Alasannya, nilai ganti rugi yang ditetapkan terlalu murah.

Warga kemudian melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Malang, namun pihak pengadilan menolak permohonan gugatan itu.

Saat ini, warga kembali melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan pihak tergugat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kompas TV Sejak diluncurkan Presiden Jokowi 12 Oktober lalu, jalan Tol Ruas Palembang-Indralaya seksi 1 sudah dilintasi pengendara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Regional
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Regional
Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Regional
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Regional
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.