Dokumen Lengkap, 6 TKA Asal China di Sukabumi Dibebaskan

Kompas.com - 25/10/2017, 18:01 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi, Hasrulla memperlihatkan dokumen keimigrasian enam WNA China di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/10/2017). KOMPAS.com/BudiyantoKepala Kantor Imigrasi Sukabumi, Hasrulla memperlihatkan dokumen keimigrasian enam WNA China di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/10/2017).
|
EditorErlangga Djumena

SUKABUMI, KOMPAS.com - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Hasrullah mengatakan, enam warga negara asing ( WNA) asal China yang diserahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Sukabumi secara keimigrasian tidak termasuk kategori ilegal.

"Hasil pemeriksaan mereka (para WNA China) dapat menyerahkan dokumen keimigrasian seperti paspor dan visa," kata Hasrullah kepada wartawan di Kantor Imigrasi di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Baros, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/10/2017).

Selain itu, lanjut dia, pihak perusahaan para TKA asal China ini dapat menunjukkan bukti pembayaran pajak dana pengembangan keahlian & keterampilan (DPKK) yang selanjutnya dikonversi menjadi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

"Kepada WNA China tersebut tidak dapat diberikan tindakan berupa deportasi.  Melainkan peringatan kepada pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan proses IMTA," ujar dia.

Baca juga: Diduga Ilegal, 6 TKA Asal China di Sukabumi Diamankan

"Pembuatan IMTA ini untuk menghindari praduga tidak mematuhi peraturan perundang-undangan di masa mendatang," sambungnya.

Dia menambahkan pemeriksaan yang dilakukan pihaknya tetap menggunakan azas praduga tidak bersalah. Karena hal ini menyangkut hubungan dua negara.

"Hari ini, keenam WNA China ini bisa langsung keluar, dijemput oleh sponsornya," ucap Hasrullah.

Sebelumnya diberitakan sebanyak enam tenaga kerja asing (TKA) asal China diserahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi ke Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/10/2017) petang.

Sementara dua WNA China lainnya kabur saat akan dibawa petugas. Para pekerja asing itu diduga bekerja ilegal pada sebuah pertambangan emas PT Logam Mulia (LM) di Kampung Cimalati, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X