Luhut Minta Status Gunung Agung Dievaluasi

Kompas.com - 24/10/2017, 21:41 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberi keynote speech pada Seminar Sespimti Polri, di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAMenko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberi keynote speech pada Seminar Sespimti Polri, di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta agar status Gunung Agung untuk dievaluasi. Pasalnya sudah 32 hari gunung tersebut berstatus awas, tapi belum juga meletus. Hal ini dikatakan Luhut saat dihubungi Selasa (24/9/2017).

"Saya minta supaya dievaluasi gunung itu, hari Kamis kita ketrmu lagi, kqn sudah 32 hari," kata Luhut.

Menurut Luhut, biasanya dua minggu setelah status awas gunung sudah meletus. Pihaknya ingin tahu apakah Gunung Agung berbeda dibandingkan gunung lain atau seperti apa.

"Biasanya pengalaman sejarah dua minggu setelah awas erupsi, imi belum. Kan tidak mungkin dibiarin terus. Saya minta evaluasi, panggil ahlinya lihat lagi," kata Luhut.

Baca juga: Hari ke-28 Status Awas, Ini Kondisi Gunung Agung

Dia mengatakan,  data-data yang ada menunjukan adanya penurunan. Tetapi, status gunung belum juga dievaluasi atau diturunkan.  Karenanya dia berharap ahli vulkanologis bisa lebih mencermati data-data Gunung Agung.

"Baca datanya lebih bagus karena semuanya menurun, teknisnya nanti mereka la," ujar Luhut.

Pada kesempatan ini Luhut juga mengatakan, permintaan hanya sebatas evaluasi status Gunung Agung, bukan meminta pengungsi kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu kasubdit mitigasi Gunung Api PVMBG wilayah timur Devi Kamil mengatakan, pihaknya terus melakukan pengamatan dan evaluasi Gunung Agung tiap hari. Karena lakukan tiap hari bukan berarti lihat status dari berbagai macam parameter.

"Kalau memang ada yang turun misalnya gempa, kita menunggu selaras semuanya relatif stabil. Gunung api yang kita lihat tren," kata Devi.

Atas permintaan Luhut, Devi mengaku berterima kasih atas perhatian mrnko kemaritiman tersebut. Kalau mencurigai pengamatan petugas bisa langsung datang ke pos pantau. Pihaknya terbuka pada berbahgi saran.

"Kalau memang data kita salah tunjukan salahnya di mana, kalau tidak akurat tunjukan tidak akuratnya di mana. Kalau ada saran kami terbuka," kata Devi.

Untuk diketahui kegempaan Gunung Agung mengalami penurunan drastis dalam 3 hari terakhir. Tapi PVMBG belum menurunkan status karena memperhatikan indikator lain selain kegempaan. Faktor lain misalnya deformasi, suhu dan citra satelit.

Menurut Devi berdasarkan pengamatan PVMBG belum bisa menurunkan status Gunung Agung. "Kalau hari ini ya belum busa diturunkan," kata Devi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

BNPB Merilis 3 Daerah di Kepri yang Boleh Melaksanakan New Normal

Regional
Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Batal Berangkat, Calon Jemaah Haji Asal Cianjur Maklum dengan Kondisi

Regional
8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

8.328 Calon Jemaah Haji di Sumut Batal Berangkat, Uang Bisa Dikembalikan

Regional
Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Kronologi Video Viral Suami Aniaya Istri, Diduga karena Uang Belanja

Regional
Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Bukan PSBB, Kota Ambon Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Regional
Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Risma Pamit, Ada 19 Nama Mendaftar ke PDI-P yang Siap Menggantikan

Regional
Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Ridwan Kamil Sebut Aktivitas di Sekolah Diprediksi Mulai Januari 2021

Regional
Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Seorang Warga Tergencet Batu Saat Mencari Pohon Serut, Proses Evakuasi 10 Jam, Korban Meninggal di Rumah Sakit

Regional
Suami Istri Kerja Sama Jebak Temannya lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Parit

Suami Istri Kerja Sama Jebak Temannya lalu Dibunuh, Jasadnya Dibuang ke Parit

Regional
PSBB Palembang Diperpanjang, Tempat Ibadah Boleh Digunakan

PSBB Palembang Diperpanjang, Tempat Ibadah Boleh Digunakan

Regional
Cerita Bimo, Sapi Penurut Berbobot 900 Kg, Ditunggangi ke Minimarket, Laku Rp 85 Juta

Cerita Bimo, Sapi Penurut Berbobot 900 Kg, Ditunggangi ke Minimarket, Laku Rp 85 Juta

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Izinkan Obyek Wisata Jabar Dibuka

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Izinkan Obyek Wisata Jabar Dibuka

Regional
Dua Bayi Umur 6 Hari Terpapar Corona

Dua Bayi Umur 6 Hari Terpapar Corona

Regional
1.200 Orang dari Dua Klaster Terbesar Covid-19 di Jabar Diperiksa, 37 Positif

1.200 Orang dari Dua Klaster Terbesar Covid-19 di Jabar Diperiksa, 37 Positif

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 2 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 2 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X