Banyak Sengketa Tanah, Menteri Agraria Usulkan Peradilan Pertanahan

Kompas.com - 24/10/2017, 19:10 WIB
 Dialog Nasional Pemberdayaan Wakaf di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (24/10/2017). Kompas.com/Syahrul Munir Dialog Nasional Pemberdayaan Wakaf di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (24/10/2017).
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebutkan, pihaknya mengusulkan pembentukan peradilan pertanahan. Peradilan ini untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa pertanahan, sehingga perlu di susun Undang-undang tersendiri sebagai payung hukum.

Hal itu diungkapkan Sofyan dalam Dialog Nasional Pemberdayaan Wakaf 'Menaman, Merawat, dan Menuai' di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (24/10/2017).

"Kalau dari DPR disetujui, nanti itu memberikan peraturan itu harus dengan undang-undang tersendiri. Jadi sekarang kita usulkan, karena sekarang banyak sekali kasus pertanahan dan banyak keputusan-keputusan pertanahan yang tidak mengenai sasaran," kata Sofyan.

Namun Sofyan mengakui jika peradilan pertanahan tersebut baru sebatas ide. Apabila disetujui maka harus ada Undang-Undang tersendiri untuk peradilan pertanahan ini.

Baca juga : Jokowi Minta Pegawai Badan Pertanahan Kerja Siang Malam

Dengan adanya Undang-undang pertanahan ini diharapkan nantinya bisa mengatasi tumpang tindih kepentingan atas hak tanah yang menjadi sumber banyaknya kasus sengketa tanah dan kepentingan distribusi kepemilikan tanah.

Adanya sengketa tanah, sebut Sofyan, dikarenakan saat melakukan pematokan dan pengukuran tanah, tidak sesuai dengan kenyataannya.

"Sebenarnya, kalau pematokannya sudah benar lalu pengukuran dan pemetaan oke, tidak perlu lagi ada peradilan pertanahan," ucapnya.

Dia mengakui permasalahan pematokan hingga pemetaan yang salah ini, membuat program sertifikasi proyek operasi nasional agraria (Prona) tersendat.

"Kita melihat banyak masalah, oleh sebab itu dalam RUU itu kita usulkan kemungkinan membikin peradilan pertanahan, tetapi masih ide awal," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pratu Roy Vebrianto Gugur dalam Kontak Senjata, KKB Disebut Menyerang dari Ketinggian

Pratu Roy Vebrianto Gugur dalam Kontak Senjata, KKB Disebut Menyerang dari Ketinggian

Regional
Modus Ritual Pakai Boneka Kayu hingga Bekicot, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah

Modus Ritual Pakai Boneka Kayu hingga Bekicot, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah

Regional
Sebelum Dibuntuti dan Tewas Dibacok Teman Kos, Susiato Ucapkan Kalimat Ini ke Pelaku

Sebelum Dibuntuti dan Tewas Dibacok Teman Kos, Susiato Ucapkan Kalimat Ini ke Pelaku

Regional
Modus Ritual Sembuhkan Penyakit, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah di Bawah Umur

Modus Ritual Sembuhkan Penyakit, Pemilik Sanggar Tari Diduga Cabuli 9 Bocah di Bawah Umur

Regional
Bermodus Ritual Kunci Batin, Guru Tari Diduga Cabuli Sembilan Muridnya

Bermodus Ritual Kunci Batin, Guru Tari Diduga Cabuli Sembilan Muridnya

Regional
Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Regional
Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya

Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya

Regional
Baru 2 Bulan Menikah, Seorang Istri Tewas Dibunuh Suami, Motifnya Cemburu

Baru 2 Bulan Menikah, Seorang Istri Tewas Dibunuh Suami, Motifnya Cemburu

Regional
RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

RS Lapangan untuk Covid-19 Didirikan di Benteng Vastenburg Solo, Targetnya 7 Hari Selesai

Regional
KPU Magelang Tetapkan Nur Aziz-Mansyur Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Magelang Tetapkan Nur Aziz-Mansyur Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Kontak Senjata TNI dan KKB di Intan Jaya, Kogabwilhan III: Jumat Siang Masih Terjadi Baku Tembak

Kontak Senjata TNI dan KKB di Intan Jaya, Kogabwilhan III: Jumat Siang Masih Terjadi Baku Tembak

Regional
Rekam dan Sebarkan Video Adegan Panas Pasien di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Rekam dan Sebarkan Video Adegan Panas Pasien di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Petugas Berjaga Kuburan Paus, Khawatir Warga Ambil Tulang Belulang

Petugas Berjaga Kuburan Paus, Khawatir Warga Ambil Tulang Belulang

Regional
Diduga Dianiaya OTK, Karyawati Minimarket yang Hamil Terluka di Perut, Begini Kondisinya

Diduga Dianiaya OTK, Karyawati Minimarket yang Hamil Terluka di Perut, Begini Kondisinya

Regional
Cuit Viral di Medsos, Unila Ngotot Mahasiswa KKN Turun Lapang ke Desa-desa, padahal Kasus Covid-19 Tinggi

Cuit Viral di Medsos, Unila Ngotot Mahasiswa KKN Turun Lapang ke Desa-desa, padahal Kasus Covid-19 Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X