Cegah Cerai Susuk, Suami Calon TKW di Desa Ini Harus Tandatangani Selembar Surat

Kompas.com - 24/10/2017, 10:30 WIB
Desa Singonjuruh mewajibkan warganya calon TKW yang sudah menikah untuk melampirkan surat pernyataan dari suami untuk tidak menggugat cerai istrinya selama bekerja di luar negeri. KOMPAS.COM/Ira RachmawatiDesa Singonjuruh mewajibkan warganya calon TKW yang sudah menikah untuk melampirkan surat pernyataan dari suami untuk tidak menggugat cerai istrinya selama bekerja di luar negeri.
|
EditorReni Susanti

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Warga Desa Singonjuruh, Kecamatan Singonjuruh, Banyuwangi yang akan bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita di luar negeri harus melengkapi surat pernyataan dari suami untuk tidak menggugat cerai istri selama bekerja di luar negeri.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi cerai susuk yang marak terjadi di Banyuwangi. Cerai susuk adalah istilah proses gugat cerai yang dilakukan seorang istri yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita di luar negeri.

Ahmad Habibi, Sekretaris Desa Singonjuruh, Kecamatan Singonjuruh mengatakan, surat pernyataan tersebut harus ditandangani suami calon TKW dan tidak bisa diwakilkan. Ini dilakukan untuk melindungi warga dari fenomena cerai susuk di Banyuwangi.

"Dari beberapa kasus, banyak TKW yang memberikan sejumlah uang kepada suaminya dan meminta suaminya melakukan gugat cerai. Sedangkan posisi sang istri masih di luar negeri. Praktik ini dikenal dengan cerai susuk," jelas Habibi kepada Kompas.com, Selasa (24/10/2017).

(Baca juga : Cerai Susuk, Cara Perceraian TKW Asal Banyuwangi)

Ia mengatakan, jika memang pernikahan tidak bisa diselamatkan, perceraian bisa dilakukan ketika pihak istri sudah kembali ke tanah air.

Awalnya, pembuatan surat pernyataan tersebut diprotes beberapa orang, baik calon tenaga kerja wanita ataupun pihak agen penyalur tenaga kerja. Sebab surat itu dianggap mempersulit pengurusan izin bekerja di luar negeri.

Bahkan ia sempat diprotes langsung oleh pihak penyalur tenaga kerja yang akan mengurus surat-surat perizinan untuk salah seorang warga Desa Singojuruh yang akan menjadi TKW.

"Saya diprotes tapi saya bilang ini aturan untuk melindung warga kami. Saat itu pihak suami katanya di luar kota dan tidak bisa menandatanganinya," tuturnya.

"Pihak desa kemudian memanggil keluarga dekat dari pihak suami atau istri ke kantor desa kemudian menelpon suaminya yang katanya di luar kota untuk membicarakan masalah izin dan surat pernyataan tersebut. Agar semua tahu. Tidak ada yang disalahkan jika ada apa-apa," ceritanya.

(Baca juga : PA Tangerang Bantah Patok Harga Rp 20 Juta untuk Proses Cerai)

Selama ini, sambung Habibi, pengurusan surat izin bekerja ke luar negeri umumnya dilakukan agen penyalur tenaga kerja, bukan warga yang akan berangkat.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X