Berhenti di Rel, Mobil Berisi Satu Keluarga Tertabrak Kereta Api, Satu Tewas, 3 Luka Parah

Kompas.com - 23/10/2017, 21:17 WIB
Mobil Toyota Rush bernomor polisi N 1018 WD yang ditabrak Kereta Api (KA) Tawang Alun, Kamis (21/9/2017) siang. Surya/Galih LintartikaMobil Toyota Rush bernomor polisi N 1018 WD yang ditabrak Kereta Api (KA) Tawang Alun, Kamis (21/9/2017) siang.
EditorCaroline Damanik

PASURUAN, KOMPAS.com - Mobil Toyota Rush yang ditumpangi keluarga M Kholil (50), ditabrak kereta api Tawang Alun, Kamis (21/9/2017) siang. Satu orang tewas dan tiga lainnya luka parah.

Kecelakaan itu terjadi saat mobil bernomor polisi N 1018 WD itu melintas di perlintasan rel Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, dari utara ke selatan.

“Pada saat bersamaan muncul kereta dari arah timur ke barat yang langsung menghantam mobil tersebut,” kata Supri, warga sekitar.

Dia menambahkan, saat kejadian tersebut pengemudi dan penumpang belum sempat keluar kendaraan sehingga mobil sempat terseret beberapa meter.

“Waktu mobil terseret itu sampai sekitaran 50 meteran, lalu mobil akhirnya jatuh ke sawah,” ungkapnya.

Saksi mata lainnya, Muzzamil, mengatakan, tiba-tiba mobil Toyota Rush putih berpenumpang empat orang tersebut berhenti mendadak, seperti mogok, tepat di tengah rel.

“Pas mogok itu, dari arah timur ada kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi," ungkapnya.

"Kereta sudah membunyikan klakson, tapi tetap saja mobil tidak bergerak, dan orang di dalamnya pun tak keluar," tambah Muzzamil.

Dia mengaku sempat berteriak ke arah mobil. Namun, keempat korban seperti tidak menyadari adanya bahaya karena pada saat bersamaan muncul KA Tawangalun meluncur cepat.

"Tabrakan tak terhindarkan, mobil di tengah rel itu tanpa ampun dihantam kereta," tambah dia.

Berita ini telah tayang di Surya Online, Kamis (21/10/2017), dengan judul: KA Tawang Alun Tabrak Toyota Rush di Pasuruan, Satu Orang Tewas

 

 

 

Kompas TV Terobos Perlintasan, Mobil Tertabrak Kereta

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Unsur Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkonfirmasi Positif Corona

7 Unsur Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkonfirmasi Positif Corona

Regional
Kronologi Penangkapan Seluruh Terduga Pemerkosa Ibu Muda di Bangkalan

Kronologi Penangkapan Seluruh Terduga Pemerkosa Ibu Muda di Bangkalan

Regional
Protes Nama Calon di Pilkada, Kader dan Simpatisan DPD II Golkar Blokade Jalan Protokol

Protes Nama Calon di Pilkada, Kader dan Simpatisan DPD II Golkar Blokade Jalan Protokol

Regional
Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di 'Freezer' Kapal Nelayan China

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di "Freezer" Kapal Nelayan China

Regional
Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Regional
iPhone Rp 20 Juta Dijambret, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

iPhone Rp 20 Juta Dijambret, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

Regional
Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X