Gempa Gunung Agung Turun Drastis, Warga Diimbau Lebih Waspada

Kompas.com - 21/10/2017, 13:46 WIB
Kondisi kawah Gunung Agung dari hasil pemotretan menggunakan drone oleh BNPB bekerjasama dengan UGM. Dok BNPBKondisi kawah Gunung Agung dari hasil pemotretan menggunakan drone oleh BNPB bekerjasama dengan UGM.
|
EditorErlangga Djumena

KARANGASEM, KOMPAS.com - Kegempaan yang terjadi di Gunung Agung, Karangasem, Bali mengalami penurunan secara drastis. PVMBG mencatat, pada Jumat (20/10/2017) terjadi 399 kali gempa. Padahal sehari sebelumnya terjadi 966 Kali gempa. Bahkan dua hari sebelumnya malah terjadi 1.047 kali gempa.

Kasubdit Mitigasi Gunung Wilayah Timur PVMBG Devi Kamil Syahbana mengatakan, ketika terjadi penurunan secara drastis justru harus lebih waspada. Penurunan kegempaan secara drastis merupakan salah indikator akan terjadinya letusan.

"Penurunan gempa secara drastis adalah salah satu tanda akan terjadinya letusan, apalagi walaupun turunnya drastis tapi jumlahnya kan tetap tinggi," kata Devi, Sabtu (21/9/2017).

Karena itu pihaknya akan terus melakukan pemantauan trend kegempaan secara berkala. Apalagi kegempaan bukan satu-datunya indikator yang dipakai untuk mengukur aktivitas vulkanik gunung api.

Baca juga: Kawah Gunung Agung Menggelembung 6 Cm

"Secara teori jika mobilitas magma menurun maka penurunannya terjadi secara gradual atau perlahan, tidak secara drastis," ujarnya.

Karena itu petugas PVMBG dalam memantau Gunung Agung juga memperhatikan indikator lain. Yaitu deformasi, citra satelitm dan pendekatan visual.

Menurut catatan PVMBG pantauan deformasi Gunung Agung menunjukan adanya penggelembungan di kawah dan tubuh gunung sebesar 6 cm. Secara visual juga menunjukan adanya asap tipis yang mengepul dari kawah gunung Agung.

"Jadi, walau gempanya menurun, status Gunung Agung masih tetap awas," kata Devi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X