Hakim: Tuntutan JPU terhadap Mantan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah Janggal

Kompas.com - 20/10/2017, 15:49 WIB
Mantan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah tiba di Kejari Bengkulu KOMPAS.COM/FIRMANSYAHMantan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah tiba di Kejari Bengkulu
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com - Ketua Majelis Hakim, Jonner Manik dalam persidangan mantan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengingatkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk teliti dalam menyampaikan tuntutan.

Jumat (20/10/2017), sidang tindak pidana korupsi yang menjerat Junaidi Hamsyah digelar dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU

Junaidi Hamsyah terjerat dalam tindak pidana korupsi penerbitan SK tim manajemen pembina Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus.

Dalam tuntutannya, JPU, Novita menyebutkan, Junaidi bersalah sebagaimana yang dituangkan dalam dakwaan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 juncto Pasal 64 KUHP.

JPU menuntut Junaidi Hamsyah tiga tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Jonner Manik menyebutkan, tuntutan JPU janggal dan kurang detail karena terdakwa atau istrinya telah menitipkan uang sebesar Rp 100 juta ke pengadilan sebagai pengganti kerugian negara.

"Dalam tuntutan Rp 50 juta dan Rp 32 juta, kalau seperti ini, uang yang dititipkan masih berlebih, seharusnya lebih rinci lagi kerugian dan denda yang harus diganti terdakwa," kata Jonner dalam persidangan.

Kejanggalan berikutnya, terdakwa bebas dari tuduhan korupsi primer sehingga tuntuan tiga tahun penjara tidak sesuai dengan undang-undang, dan terakhir hanya satu saksi yang menyebut terdakwa menerima honor tim pembina RSUD M Yunus.

Baca juga: Mantan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah Ditahan di Rutan Malabero

Kuasa Hukum terdakwa, Rodi Trista Putra menyesalkan tuntutan JPU terlalu berat karena dakwaan primer untuk terdakwa tidak terbukti di pengadilan.

"Seharusnya, tuntutan untuk mantan gubernur Bengkulu itu sesuai dengan pasal 3 yang dikenakan dan dengan hukuman minimal selama satu tahun penjara," kata Rodi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X