Kompas.com - 17/10/2017, 21:32 WIB
Ilustrasi bayi. miraclebaby.co.ukIlustrasi bayi.
|
EditorReni Susanti

KEDIRI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Kediri, Jawa Timur menangkap seorang ibu karena dituding menjual bayi yang baru dilahirkannya. Selain itu, polisi juga menangkap seorang wanita yang menjadi perantara penjualannya.

Kedua wanita itu masing-masing Intan Ratna Sari (20) selaku ibu bayi asal Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri dan Nofita Sari (28) warga Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kepala sub Bagian Humas Polres Kediri Kota, Ajun Komisaris Kamsudi dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, kedua tersangka saling mengenal di sebuah grup adopsi bayi yang ada di media sosial.

"Nofita mendapat nomor Intan dari grup Facebook 'Adopsi Bayi Sehat'," ujar AKP Kamsudi, Selasa (17/10/2017).

(Baca juga: Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Ungkap Penjualan Bayi di Makassar)

Saat itu, keduanya saling berkomunikasi lalu dilanjut dengan kopi darat pada Agustus lalu. Dalam pertemuan itu, Nofita memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada Intan yang tengah hamil sebagai uang muka perjanjian.

Lalu disusul dengan pertemuan kedua pada akhir September lalu di sebuah rumah sakit bersalin di Kota Kediri. Hasil pertemuan itu, Nofita membawa pulang bayi yang baru saja dilahirkan itu ke rumahnya yang ada di Ngasem.

Oleh Nofita, bayi tersebut lalu diserahkan kepada seseorang bernama Sunarsih selaku pihak yang akan mengadopsi. Sunarsih memberikan uang kepada Nofita sebesar Rp 11 juta. Dari jumlah itu, Nofita kembali memberi uang kepada Intan sebesar Rp 4 juta.

"Sehingga total yang diterima Intan sebesar Rp 5 juta," tutur Kamsudi.

(Baca juga: Meski Diduga Terlibat Jadi Perantara Penjualan Bayi, Istri Polisi Tak Ditahan)

Dari pengakuan Intan kepada penyidik, sambung Kamsudi, pelaku terpaksa menjual bayinya karena membutuhkan uang tersebut untuk modal bekerja di Kalimantan.

Kini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif dan akan dijerat Undang-undang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan sindikat penjualan bayi atas perkara tersebut. 

Kompas TV Sang bayi terpaksa lahir di mobil dan tidak terselamatkan nyawanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.