Alat Tangkap Pengganti Cantrang Terus Dibagikan ke Nelayan

Kompas.com - 17/10/2017, 08:09 WIB
Nelayan menurukan hasil tangkapan mereka untuk dijual ke Tempat Pelelangan Ikan Ujung Watu, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (23/10/2016). Pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang membuat nelayan kecil sekitar perairan Jepara berharap dapat memperoleh tangkapan ikan yang melimpah. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASANelayan menurukan hasil tangkapan mereka untuk dijual ke Tempat Pelelangan Ikan Ujung Watu, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (23/10/2016). Pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang membuat nelayan kecil sekitar perairan Jepara berharap dapat memperoleh tangkapan ikan yang melimpah.
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mendistribusikan alat tangkap yang ramah lingkungan kepada para nelayan. Secara simbolis, sebanyak 258 paket alat tangkap diberikan kepada nelayan di Kabupaten Jepara, Senin (16/10/2017).

Staf Ahli Menteri Kelautan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Suseno Sukoyono mengatakan, pembagian alat tangkap merupakan bagian dari program KKP untuk mengganti alat tangkap cantrang dengan alat tangkap ramah lingkungan. Pemberian sekaligus untuk memberantas praktek Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing atau kegiatan perikanan yang ilegal dan tidak sah.

"Bantuan API ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan, karena bantuan ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam upaya keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan,” kata Suseno, dalam siaran tertulisnya, Selasa (17/10/2017).

Secara total, KKP telah membagikan sebanyak 2.341 paket kepada nelayan di Jawa Tengah. Selain alat tangkap, nelayan juga dibantu Asuransi Nelayan (Asnel). Sejauh ini baru 715 nelayan yang mendapat asuransi dari target sebanyak 3.500 nelayan.

Baca juga: Raih Penghargaan, Jaring Apolo Pengganti Cantrang Bakal Diproduksi

Total untuk premi asuransi nelayan di Jawa Tengah sebanyak 53.700 orang. Namun realisasinya baru sebanyak 18.252 orang.

Pihak KKP juga berkomitmen memfasilitasi permodalan para nelayan hingga Rp 138,3 miliar. Khusus nelayan di Jepara, akses modal difasilitasi sebesar Rp 1,89 miliar.

“Ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan skala usaha nelayan, termasuk meningkatkan kemampuan nelayan untuk membeli API ramah lingkungan secara mandiri,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Semarang juga secara simbolis membagikan sekitar 640 paket bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah, Rabu (20/9/2017).

Alat tangkap ikan yang diberikan adalah yang ramah lingkungan yaitu jaring insang (gillnet milenium) permukaan, jaring insang dasar dan bubu lipat rajungan tipe kubah. Bantuan alat tangkap kala itu diberikan kepada nelayan di 11 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Rinciannya, Kota Semarang menerima 91 paket; Batang 30 paket; Demak 3 paket; Jepara 211 paket; Kendal 36 paket; Brebes 67 paket; lalu Pekalongan 25 paket. Selanjutnya, Pemalang sebanyak 125 paket; Rembang 67 paket; Kota Tegal 31 paket; dan Kabupaten Tegal sebanyak 4 paket.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X