Kompas.com - 16/10/2017, 07:28 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono   dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyanyi di acara Dialog Nasional 4 Sukses Indonesiaku di Museum Ambarawa,   Kabupaten Semarang, Minggu (15/10/2017) pagi. kompas.com/ syahrul munirMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyanyi di acara Dialog Nasional 4 Sukses Indonesiaku di Museum Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu (15/10/2017) pagi.
|
EditorErlangga Djumena

AMBARAWA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi meninjau ulang proyek reaktivasi jalur kereta api Kedungjati (Grobogan) - Tuntang (Kabupaten Semarang), Jawa Tengah.

Budi Karya mengakui reaktivasi jalur KA heritage ini memiliki potensi masalah terutama pembebasan lahan. Pasalnya, banyak lahan pada jalur kereta ini yang masih dikuasai oleh masyarakat.

"Kami akan mengiventarisasi ulang, kepemilikan-kepemilikan tersebut dan sejauh nanti kepemilikannya tidak berat, menimbulkan komplikasi sosial, maka proyek akan kita lanjutkan," kata Budi Karya di sela acara Dialog Nasional 4 "Sukses Indonesiaku" di Museum Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu (15/10/2017) pagi.

Budi mengatakan, inventasisasi ulang itu akan dilakukan secara hati-hati dan detail agat tidak menimbulkan konflik sosial, mengingat sejumlah lahan aset PT KAI ini sudah beberapa kali beralih tangan. Kondisi ini, lanjutnya, juga terjadi di beberap daerah seperti Yogyakarta dan Bandung.

Baca juga: Target Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Bedono Selesai pada 2018

"Kita juga mengukur bahwasanya terkadang peralihan sudah beralih banyak pihak, sehingga antara manfaat dan konfliknya tinggi. Jadi kita harus mengukur dengan baik jangan sampai kita memaksakan suatu proyek, tetapi melukai masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, proyek reaktivasi jalur kereta api Kedungjati-Tuntang proses reaktivasi jalur kereta api Tuntang- Kedungjati ini mangkrak. Proyek reaktivasi jalur kereta api sepanjang 30 kilometer ini bahkan belum jelas kapan dilanjutkan kembali, setelah dua tahun tak terurus.

Lahan yang sebelumnya telah dibersihkan dan disiapkan untuk proyek reaktivasi inipun kembali dipenuhi semak belukar. Termasuk bantalan rel yang sebenarnya sudah dipersiapkan di sepanjang jalur proyek reaktivasi ini.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang, Edi Kuswoyo sebelumnya mengakui, aktivitas untuk reaktivasi jalur KA Ambarawa hingga Kedungjati, berhenti sejak awal tahun 2015. “Namun ini bukan kewenangan Daop IV lagi,” sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X