Bupati Dedi Teteskan Air Mata saat Pamit ke Anggota DPRD Purwakarta

Kompas.com - 13/10/2017, 15:11 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat mengikuti Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ masa jabatan 2013-2018, sekaligus berpamitan di akhir masa jabatannya di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Jumat (14/10/2017). Kompas.com/ Irwan NugrahaBupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat mengikuti Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ masa jabatan 2013-2018, sekaligus berpamitan di akhir masa jabatannya di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Jumat (14/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Suasana haru terasa ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati akhir Jabatan 2017-2018.

Dalam pidatonya di depan anggota DPRD Purwakarta, Dedi tampak meneteskan air mata. ia pun meminta maaf jika kepemimpinannya belum dikatakan sempurna.

"Di sini saya sampaikan permohonan maaf bahwa selama kepemimpinan saya masih belum sempurna mensejahterakan rakyat dan memberikan pelayanan prima," ucap Dedi ketika menyampaikan LKPJ di gedung DPRD Purwakarta, Jumat (13/10/2017).

Dedi pun mengucapkan syukur meski di awal kepemimpinannya disebut banyak cibiran dan caci maki. Namun ikhtiarnya membangun Purwakarta bisa memberikan manfaat dan beberapa kebijakannya bisa diadopsi di Indonesia.


"Saya bersyukur kepada Allah SWT, selama 10 tahun diberikan kesempatan memimpin dan bisa mewujudkan mimpi saya sebagai anak desa walaupun ketika memulai semua orang mencaci, mencibir dan meragukan. Hari ini (beberapa kebijakan) sudah banyak yang mengadopsi, termasuk pendidikan berkarakter yang saya cetuskan awal menjabat," tambah dia.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ultimatum Semua Ketua DPD di Jabar

Dedi pun meminta maaf kepada aparat desa dan pegawai jika selama memimpin Purwakarta banyak merepotkan. Ia pun mengapresiasi pegawai dan aparat desa yang selalu melayani masyarakat selama 24 jam.

"Yang direpotkan selama 24 jam dalam melayani masyarakat, saya meminta maaf. Mereka harus mengantarkan orang sakit, menebus bayi yang ditahan dan yang mengikuti pola pikir saya," katanya.

Di akhir pidatonya, Dedi mengingatkan bahwa ketika memegang kekuasaan sudah semestinya pemimpin harus siap, terutama dalam membantu rakyat miskin. Menurutnya, tidak ada pejabat miskin karena membantu orang susah.

"Tidak ada pejabat miskin ketika menolong rakyat, kita yang akan miskin apabila tidak diberikan pada haknya. Hari ini Purwakarta tumbuh dihormati oleh orang lain. Seluruh kebijakan saya harap bisa diteruskan dan dipertahankan," harapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X