Derita Gizi Buruk dan Terinfeksi Rubella, Bayi 8 Bulan Tinggal Tulang Berbalut Kulit

Kompas.com - 13/10/2017, 13:50 WIB
Abdul Rasyid (8 bulan), bayi penderita Rubella dan Cytomegolavirus di Polewali Mandar tergolek lemas di tempat tidur tanpa perawatan dokter. KOMPAS.ComAbdul Rasyid (8 bulan), bayi penderita Rubella dan Cytomegolavirus di Polewali Mandar tergolek lemas di tempat tidur tanpa perawatan dokter.
|
EditorCaroline Damanik

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Lantaran menderita gizi buruk hingga terinfeksi rubella dan cytomegolavirus, Abdul Rasyid, seorang bayi berusia 8 bulan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tergolek lemas di rumah tanpa perawatan dokter.

Kondisi bayi yang lahir di tengah keluarga tak mampu ini memprihatinkan. Meski usianya sudah hampir setahun, namun berat badannya hanya 3,2 kilogram.

Bayi Rasyid sempat dilarikan ke RS Makassar, namun karena alasan ketiadaan biaya, kedua orangtua mereka pun terpaksa memulangkan ke kampung halamannya dan memilih merawat korban di rumah.

Rasyid pun hanya bisa tergolek tak berdaya di rumahnya di Kampung Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar. Dia kurus kerempeng, seperti tulang berbalut kulit.

Nurhalimah (38), orangtua Rasyid, mengaku tak memiliki lagi biaya untuk membawa anaknya ke rumah sakit sehingga memutuskan merawatnya di rumah.

Dia bercerita, anaknya pernah dirawat di RS Regional Wahidin Makassar, namun karena alasan kehabisan biaya saat kondisi anaknya belum pulih, dia terpaksa membawa pulang anaknya.

“Kami bingung karena masalah biaya, terpaksa begini saja di rumah,” tutur Nurhalimah saat ditemui di rumahnya, Jumat (13/10/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dokter, lanjut dia, juga menyarankan agar Rasyid diberi susu seharga Rp 311.000 per kaleng untuk membantu percepatan pemulihan kesehatan dan kondisi tubuhnya. Namun karena tak mampu membeli susu semahal itu untuk keluarganya, Rasyid hanya makan dan minum seadanya.

“Harga (susu)-nya sangat mahal. Biaya hidup sehari-hari saja susah,” tutur Nurhalimah.

Karena kondisinya terus memburuk, kedua orangtua Rasyid berencana membawa anaknya kembali dirawat di RS Regional Makassar. Namun, lagi-lagi, biaya menjadi kendala.

Suami Nurhalimah, Irwan, yang berprofesi sebagai nelayan sempat menganggur selama berbulan-bulan karena mengurus anaknya yang tak kunjung membaik. Irwan kini terpaksa meninggalkan anak dan istrinya dalam kondisi sakit untuk melaut.

Dia berharap, hasil tangkapan ikan yang didapatkannya selama melaut bisa banyak dalam setengah bulan ke depan sehingga bisa membawa uang untuk anaknya berobat kembali.

Sementara itu, Halimah berharap, pemerintah bisa turun tangan membantu penyembuhan anaknya agar kelak tumbuh dewasa dan normal seperti anak-anak seusianya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.