Indonesia Rawan Bencana, BNBP Dirikan Sekolah Gunung

Kompas.com - 13/10/2017, 09:01 WIB
Sekolah Gunung diadakan BNBP untuk meningkatkan kesadaran mitigasi bencana di Indonesia, Kamis (12/10/2017). KOMPAS.com/Ika Fitriana Sekolah Gunung diadakan BNBP untuk meningkatkan kesadaran mitigasi bencana di Indonesia, Kamis (12/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Indonesia termasuk negara dengan potensi bencana terbesar, mulai dari gempa, erupsi gunung berapi, tanah longsor, banjir dan lainnya.

Maka dari itu pemerintah melalui Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB) mendirikan sekolah yang khusus bertujuan memberdayakan masyarakat tangguh bencana.

Sekolah tersebut disesuaikan dengan tempat tinggal masing-masing. Jika di daerah pegunungan (hulu) makan dinamai " Sekolah Gunung", di tengah "Sekolah Sungai" dan di hilir disebut "Sekolah Laut".

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengungkapkan setiap tahun jumlah kejadian bencana di Indonesia meningkat. Sebanyak 90 persen merupakan bencana hidrometeorologi, atau bencana yang terkait air dan cuaca seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, longsor, angin kencang, dan gelombang pasang.

"Januari-Oktober 2017 ini saja sudah tercatat bencana sebanyak 884 kejadian di seluruh wilayah Indonesia. Di Kabupaten Magelang sendiri ada 256 kejadian hingga saat ini,tahun lalu 109 kejadian," ungkap Edy Susanto saat membuka program "Sekolah Gunung" di Kecamatan Mungkid, Magelang, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Prabowo: Saya Kapok dengan Elite di Jakarta

Edy memaparkan, sekolah ini merupakan upaya pemberdayaan sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat tentang bencana, khususnya di wilayah masing-masing. Masyarakat diberi materi tentang kebencanaan, mengenal tanda-tanda bencana dan mengantisipasi agar tidak memimbulkan korban.

"Harapannya mereka jadi tangguh. Mereka mengenali, mengelola, mengurangi risiko bencana. Contohnya, kalau di gunung potensinya longsor, maka mereka akan paham tanda-tandanya, ketika tanah retak. Kalau hujan cek ke atas, bagaimana mereka evakuasi diri dan sebagainya," jelas Edy.

Edy mengakui kesadaran mitigasi bencana masyarakat Kabupaten Magelang terus meningkat. Dahulu, katanya, warga sulit dievakuasi jika terjadi bencana. Namun sejak erupsi Merapi 2010, warga mulai sadar dan bersedia dievakuasi.

"Bahkan sekarang warga minta dilatih mitigasi bencana. Komunitas relawan juga tumbuh berkembang, tercatat ada 5.000 orang relawan di Magelang. Karena wilayah ini rawan bencana, longsor, puting beliung, banjir dan ancaman terbesar erupsi Gunung Merapi," jelasnya.

Sekolah Gunung Magelang ini diikuti oleh sekitar 30 dari total 50 komunitas yang tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Magelang, mulai dari Gunung Merapi, Sumbing, Menoreh, hingga Merbabu. Perwakilan komunitas itu akan memberikan materi serupa kepada anggota komunitas masing-masing.

Baca juga: Tiga Personel Brimob Tewas Tertembak di Lokasi Pengeboran Minyak

Adapun pemateri yang dihadirkan antara lain ahli kebencanaan dari UPN Veteran Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup setempat dan dari dunia usaha PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWC) Magelang.

"Puncak Sekolah Gunung akan diadakan di lereng Pegunungan Menoreh, Magelang, dengan kegiatan penanaman ribuan bibit pohon, pada 11 November 2017 mendatang," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Regional
Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Regional
Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Regional
Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Regional
BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X