Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/10/2017, 21:33 WIB
|
EditorReni Susanti

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Jumlah pengungsi akibat gempa di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terur bertambah. Hingga hari ini, sebanyak 2.172 warga mengungsi ke tempat aman akibat lima kali gempa bumi selama dua hari di wilayah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Rolly Betekeneng mengatakan, ribuan warga yang mengungsi itu berasal dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.

"Warga yang mengungsi itu dari delapan desa yaitu Desa Napasabok, Lamagute, Waimatan, Jontona, Lamawolo, Lamatokan, Bungamuda, Lamawara serta Aulesa. Mereka semua mengungsi ke Lewoleba (ibu kota Kabupaten Lembata)," ujar Rolly kepada Kompas.com, Kamis (12/10/2017).

Rolly merinci, dari 2.172 warga yang mengungsi, 970 di antaranya laki-laki sedangkan perempuan berjumlah 1.202 orang.

(Baca juga: Gempa Bumi di Lembata, 1.128 Warga Mengungsi)

 

Mereka tinggal sementara di penampungan rumah jabatan bupati Lembata sebanyak 429 orang, sedangkan sisanya ke rumah kerabat mereka di Lewokeda.

"Hanya ada tiga desa yang seluruh warganya mengungsi yakni Desa Napasabok, Lamagute, dan Waimatan," tuturnya

Saat ini kata Rolly, bantuan makanan kepada pengungsi itu disalurkan secara merata melalui kepala desa.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat kali gempa bumi pada Selasa (10/10/2017) dan satu kali gempa bumi Rabu (11/10/2017) mengguncang Kabupaten Lembata.

Akibatnya, batu berukuran besar menghancurkan rumah warga dan memenuhi sebagian badan jalan raya di sejumlah titik di wilayah itu.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, rumah warga rusak akibat tertimpa bebatuan. Ada juga yang retak karena guncangan gempa.

"Hampir semua desa di lereng gunung Ile Lewotolok beberapa rumah warga terkena batu. Saat ini masih dilakukan pendataan lagi, " ucapnya kepada Kompas.com, Selasa malam.

Sebanyak 671 warga mengungsi di sejumlah tempat yang aman. Warga mengungsi karena panik dengan gempa bumi tektonik.

Kompas TV Perusahaan Waralaba Lawson menyasar lokasi pascagempa di Jepang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Cara Unik Warga Pati agar Ganjar Tak Segera Pulang

Ini Cara Unik Warga Pati agar Ganjar Tak Segera Pulang

Regional
'Groundbreaking' Factory Sharing Kakao Jembrana, Bupati Tamba Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Kakao

"Groundbreaking" Factory Sharing Kakao Jembrana, Bupati Tamba Ingin Tingkatkan Nilai Tambah Kakao

Regional
Gelar Tangerang Digital Festival, Pemkot Tangerang Hadirkan Stan Pelayanan hingga Hiburan Artis Nasional

Gelar Tangerang Digital Festival, Pemkot Tangerang Hadirkan Stan Pelayanan hingga Hiburan Artis Nasional

Regional
Tarik Minat Investor, Bupati Tamba Paparkan Potensi Jembrana di Hadapan Konsul Kehormatan Negara Sahabat

Tarik Minat Investor, Bupati Tamba Paparkan Potensi Jembrana di Hadapan Konsul Kehormatan Negara Sahabat

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka Bisa Dongkrak Perekonomian Wonogiri

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka Bisa Dongkrak Perekonomian Wonogiri

Regional
Sambut HUT ke-78 RI, Mbak Ita Gelar Lomba Masak Nasgor dengan Kompsisi Gizi Seimbang

Sambut HUT ke-78 RI, Mbak Ita Gelar Lomba Masak Nasgor dengan Kompsisi Gizi Seimbang

Regional
Tiba di Sebatik, Ma’ruf Amien Akan Kukuhkan Komite Dewan Ekonomi dan Keuangan Kaltara Syariah 

Tiba di Sebatik, Ma’ruf Amien Akan Kukuhkan Komite Dewan Ekonomi dan Keuangan Kaltara Syariah 

Regional
Wapres Ma’ruf Sebut Keuangan Syariah Punya Potensi Perkuat Ekonomi Kaltara

Wapres Ma’ruf Sebut Keuangan Syariah Punya Potensi Perkuat Ekonomi Kaltara

Regional
Minahasa Utara Raih Peringkat III e-Purchasing Award 2023, Bupati Joune: Puji Tuhan!

Minahasa Utara Raih Peringkat III e-Purchasing Award 2023, Bupati Joune: Puji Tuhan!

Regional
Soal Polemik Penjemputan Paksa Anak Asuh Youtuber Pratiwi, Dinsos Kota Tangerang Berikan Penjelasan

Soal Polemik Penjemputan Paksa Anak Asuh Youtuber Pratiwi, Dinsos Kota Tangerang Berikan Penjelasan

Regional
Ganjar Pranowo Terharu Dengar Kisah Alumni SMKN Jateng yang Berhasil Bangun Rumah hingga Sekolahkan Keluarga

Ganjar Pranowo Terharu Dengar Kisah Alumni SMKN Jateng yang Berhasil Bangun Rumah hingga Sekolahkan Keluarga

Regional
Walkot Metro Sebut Peradaban yang Sukses Dibangun dari Keluarga

Walkot Metro Sebut Peradaban yang Sukses Dibangun dari Keluarga

Regional
Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati Askolani Sumbang Prestasi Baru untuk Banyuasin

Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati Askolani Sumbang Prestasi Baru untuk Banyuasin

Regional
Menjelang HUT Ke-78 RI, Pemkot Metro Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Menjelang HUT Ke-78 RI, Pemkot Metro Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Regional
Dorong Inovasi dan Penyelesaian Masalah Perkotaan, Pemkot Metro Susun Masterplan Smart City

Dorong Inovasi dan Penyelesaian Masalah Perkotaan, Pemkot Metro Susun Masterplan Smart City

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com