Identitas 5 Orang Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia - Kompas.com

Identitas 5 Orang Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia

Kompas.com - 12/10/2017, 19:29 WIB
Ilustrasi NelayanKOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Ilustrasi Nelayan

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Muhammad Saleh Goro, membenarkan adanya penangkapan lima orang nelayan oleh otoritas Australia.

Lima orang nelayan itu adalah Karman (Nahkoda), La Sarwan, La Supri, La Pahari serta La Rendi (anak buah kapal). Menurut Goro, kapal ikan yang tertangkap petugas perairan kemanan laut Australia merupakan kapal ikan milik La Dando E.

"Kapal ikan yang dilaporkan ditangkap Australia adalah KM Hidup Bahagia milik seorang warga Kota Kupang," ujar Goro, Kamis (12/10/2017).

Kapal itu, sambung dia, memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI) No Diskan.523/A.119/198/VII/2017, masa berlaku 25 Juli 2018. Penerbit SIPI adalah BKPM dan Perizinan Terpadu Kota Kupang. Kapal tersebut berkemampuan lima GT.

"Untuk diketahui bahwa kapal itu dilengkapi pancing rawai itu berpangkalan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tenau Kupang dan berangkat dari Tenau 29 September 2017," paparnya.

(Baca juga: Dituding Mencuri Ikan Hiu, Nelayan NTT Ditangkap Otoritas Australia) 

Saat ini, kata Goro, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Konsulat RI di Darwin untuk mengetahui kondisi lima orang nelayan itu.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah nelayan asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap otoritas Australia karena dituding menangkap ikan hiu di wilayah perbatasan Indonesia dan Australia.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) NTT, Wahid Wham Nurdin mengatakan, penangkapan terhadap nelayan asal NTT itu setelah adanya operasi gabungan bersama tim pengawas dari Indonesia dan Australia di wilayah perairan perbatasan kedua negara.

"Mereka ditangkap patroli Austalia atas tuduhan menangkap ikan hiu dan ikan dasar di wilayah perairan perbatasan. Saat diperiksa, kapal mereka memang ditemukan ada ikan dasar itu. Kalau mereka hanya tangkap ikan cakalang pasti mereka tidak akan ditangkap," ungkapnya.

Wahid mengaku, belum mengetahui persis siapa dan berapa nelayan yang ditangkap. Namun kapal yang memuat para nelayan itu bernama Hidup Bahagia. Kapal itu milik warga Namosain, Kota Kupang.

Menurut Wahid, ia mengetahui adanya penangkapan terhadap para nelayan itu dari petugas dan pengawas dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTT.

"Mereka ditangkap pekan lalu dan saat ini masih ditahan di Australia. Kita juga belum tahu kondisi mereka seperti apa," ucapnya.

Wahid berharap agar para nelayan asal Kota Kupang itu bisa segera dipulangkan oleh otoritas Australia.


Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi
Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Megapolitan
Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
KM Sinar Bangun Tenggelam, YLKI Minta Syahbandar Dipidana

KM Sinar Bangun Tenggelam, YLKI Minta Syahbandar Dipidana

Nasional
HUT DKI, Ketua DPRD Berharap Hubungan dengan Anies-Sandi Membaik

HUT DKI, Ketua DPRD Berharap Hubungan dengan Anies-Sandi Membaik

Megapolitan

Close Ads X