Dibongkar, Ganja 10,6 Kilogram Diselipkan dalam Kemasan Kopi Aceh

Kompas.com - 12/10/2017, 14:08 WIB
Konferensi pers pembongkaran ganja kering seberat 10,68 kg dari Aceh melalui pengiriman pos, Kamis (12/10/2017). KOMPAS.com/Nazar NurdinKonferensi pers pembongkaran ganja kering seberat 10,68 kg dari Aceh melalui pengiriman pos, Kamis (12/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah membongkar paket pengiriman ganja kering seberat 10,68 kilogram yang coba dikirimkan melalui jasa pengiriman pos.

Ganja kering itu dimasukkan ke kopi kemasan 1 kilogram. Kopi berisi ganja pun sekilas tidak terlihat isinya karena bungkusan kopi masih utuh dibungkus plastik.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigadir Jenderal Tri Agus Heru mengatakan, ada dua orang kurir yang ditangkap dalam temuan ganja dari Aceh itu. Mereka ditangkap tak lama setelah mengambil barang kiriman tersebut di sebuah kantor Pos di Semarang.

"Ditangkap Senin (9/10/3017) pagi, setelah keduanya mengambil paket di pos. Tim menangkap keduanya lalu dibawa ke BNNP untuk proses selanjutnya," kata Tri Agus, dalam konferensi pers di Semarang, Kamis (12/10/2017).


Dua orang yang ditangkap merupakan warga Jawa Timur. Mereka adalah Suriyanto dan Moh Saddam Husen. Suriyanto berperan mengambil paket ganja, sementara Husen berperan mengawasi situasi di luar kantor Pos.

Agus menerangkan, setelah ditangkap, dua orang itu mengaku suruhan dari seorang narapidana yang ditahan di Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, bernama Agus Santoso.

"Mereka berangkat dari Jawa Timur untuk ambil paket ini minggu malam naik kereta," ujar Agus.

Baca juga: Ganja Kering 10,68 Kg yang Diamankan di Semarang untuk Disebar di Bali

Barang bukti sebanyak 10,68 kg ganja kering itu dibungkus ke dalam paket kopi sebanyak 20 paket. Setiap paket kopi diselipi ganja kering seberat 500 gram.

Agus menambahkan, narapidana bernama Agus juga langsung diperiksa untuk mengembangkan kasus itu. Dalam penyelidikan, diketahui bahwa dua orang yang ditangkap merupakan suruhan Agus untuk mengambil paket di Semarang.

Paket kopi itu sebelumnya dikirim oleh seorang bernama Irwandi dari Lhokseumawe, Aceh. Paket dikirim ke rumah Rosdiana Ikawati di Semarang Tengah.

Namun alamat dituju yang di Semarang ternyata salon kecantikan. Pegawai salon pun menolak paket kopi yang diantarkan petugas, hingga akhirnya kembali ke kantor pos.

"Selalu dalam pengiriman paket (narkotika) gunakan alamat palsu. Lalu diberi nomor handphone. Rute seperti itu agar peredarannya supaya lancar," tambahnya.

Para kurir tersebut dijerat dengan ketentuan UU Narkotika sebagaimana dalam Pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X