Kompas.com - 12/10/2017, 11:28 WIB
pembeli mengeluh, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek AQUAS, yang berada di dalam gelas plastik berukuran dua ratus dua puluh mililiter, terlihat berlumut, berwarna kuning melayang layang didalamnya, telah beredar di sejumlah penjualan makanan dan minuman para penjual, di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWApembeli mengeluh, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek AQUAS, yang berada di dalam gelas plastik berukuran dua ratus dua puluh mililiter, terlihat berlumut, berwarna kuning melayang layang didalamnya, telah beredar di sejumlah penjualan makanan dan minuman para penjual, di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
|
EditorFarid Assifa

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Yasi Gulo (39), warga Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, tak menyangka menemukan air minum dalam kemasan (AMDK) yang mengandung lumut, berbau dan terasa hambar setelah diminum. Dia mengaku perutnya teras mual usai meminum air tersebut.

"Kualitas air mineral dalam kemasan yang banyak dijual di Kota Gunungsitoli, nampaknya perlu dipertanyakan kelayakannya. Saya bersama beberapa warga yang membeli air mineral dalam kemasan menemukan air mineral tak layak untuk dikonsumsi," kata Yasi Gulo, warga Gunungsitoli, Kamis (12/10/2017).

Padahal, kata Yasi, ia kerap membeli air mineral dalam kemasan dan belum pernah menjumpai air seperti ini.

Yasi pun memeriksa botol air mineral dengan merek Aquas itu. Permukaan luar agak kasar, airnya berbau. Bahkan di dalam air terdapat lumut kuning, tanpa ada kode produksi, tanpa ada tanggal kedaluarsa. Di kemasan air mineral tersebut terdapat tulisan, "Diproduksi oleh AQUANIAS SUMUT – INDONESIA, netto 220 mililiter, SNI 01-3553-2006, BPOM RI MD. 2655020011231".

Ada banyak air mineral dalam kemasan yang dijual di sejumlah kedai dan lapak-lapak. Namun air mineral yang dibelinya dengan merek Aquas mengandung jentik nyamuk. Terutama air dalam kemasan galon.

"Kami meminta dengan segera Pemerintah Kota Gunugsitoli, terutama Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli bersama BPOM melakukan pengawasan. Harus turun ke lapangan, datangi seluruh perusahaan pengemasan AMDK. Jangan sampai banyak di antara mereka yang memang tidak layak," harap Yasi.

Hal yang sama juga dialami Eben Harefa, salah seorang warga Gunungsitoli. Eben mengaku juga mendapati air mineral dalam kemasan tersebut kotor dan berwarna kuning yang diduga lumut. Beruntung dirinya belum mnium air tersebut.

"Iya, saya mendapati AMDK yang dijual di kedai orangtua saya. Saat itu, kami langsung mengasingkan satu kotak AMDK agar tidak dikonsumsi pembeli, meskipun mengalami kerugian. Saya tidak tahu apa penyebabnya," jelas Eben, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Air Mineral Berasa seperti Air Kelapa, Waspadalah!

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang pengelola air minum dalam kemasan merek Aquas, Efi, membantah telah memproduksi AMDK tidak layak seperti yang disampaikan kepadanya.

”Kami tidak ada memproduksi sejenis itu,” tegasnya kepada sejumlah awak media.

AMDK yang mereka produksi biasanya memiliki masa kedaluarsa selama setahun.

Terkait adanya kotoran berupa lumut di dalam air mineral, Efi mengatakan itu karena kesalahan para penjual dalam merawatnya.

”Ya, itu kesalahan mereka dalam merawat air minum itu,” kata Efi.

Kompas TV Dalam beberapa bulan, sudah puluhan warga jadi korban kecelakaan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.