Kapolres Banyumas: Anggota yang Terbukti Aniaya Wartawan Bisa Dipecat

Kompas.com - 11/10/2017, 05:49 WIB
Sejumlah wartawan memperlihatkan baju Darbe Tyas Waskitha, jurnalis Metro TV yang penuh dengan bekas tapak sepatu aparat yang menginjak-injak dirinya saat meliput aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10/2017) malam. KOMPAS.com/Iqbal FahmiSejumlah wartawan memperlihatkan baju Darbe Tyas Waskitha, jurnalis Metro TV yang penuh dengan bekas tapak sepatu aparat yang menginjak-injak dirinya saat meliput aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10/2017) malam.
|
EditorFarid Assifa

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Oknum Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas yang terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis dapat diberhentikan dengan tidak hormat.

Hal ini disampaikan Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun saat ditemui di Mapolres Banyumas, Selasa (10/10/2017).

“Dalam internal Polri, apa yang dilakukan oknum kami sudah melanggar kode etik. Sanksi terberat bisa diberhentikan, namun itu tetap menunggu keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” katanya.

Untuk mengusut kasus ini, Polres Banyumas telah melakukan proses penyelidikan internal, di antaranya interogasi anggota dan prarekonstruksi. Dari sana, Kapolres sudah mengantongi empat nama anggota yang diduga kuat terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap jurnalis Metro TV Darbe Tyas Waskitha.

“Untuk saat ini baru dapat kami indikasikan empat orang anggota Dalmas Polres Banyumas. Namun hasil ini masih dapat berkembang, termasuk oknum dari instansi lain, yakni Satpol PP Banyumas,” ujarnya.

Baca juga: Kekerasan Polisi di Banyumas, Polda Jateng Jamin Biaya Pengobatan Korban

Terkait dengan proses pidana, sampai malam tadi, Kapolres sudah menerima laporan dari pihak redaksi Metro TV. Laporan tersebut termasuk penyerahan sejumlah bukti baik itu hasil visum, keterangan saksi, hingga foto dan video yang merekam dengan jelas insiden pengeroyokan itu.

“Alat bukti terutama kesaksian para wartawan, masyarakat, hingga foto dan video dalam insiden kemarin malam semakin mempermudah kami untuk mengungkap para pelaku,”katanya.

Selain tim Satreskrim Polres Banyumas, penyelidikan juga dibantu oleh Kabid Propam Polda Jawa Tengah, tim Propam Mabes Polri, dan Dir-Intel Mabes Polri. Untuk sementara, pihaknya berencana menjerat para pelaku dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“Ke depan akan selalu kami update informasi terkait kasus ini. Sesuai instruksi pimpinan, pelaku yang terlibat akan diproses tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tutup Kapolres.

Sebelumnya, aksi kekerasan terhadap jurnalis terjadi di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017) malam. Salah satu korban penganiayaan adalah Darbe Tyas Waskitha, jurnalis Metro TV.

Selain Darbe, empat wartawan lainnya pun mengalami intimidasi hingga perampasan atribut dokumentasi. Keempat wartawan tersebut yakni Agus Wahyudi (Suara Merdeka), Aulia El Hakim (Satelitpost), Maulidin Wahyu (Radar Banyumas) dan Dian Aprilianingrum (Suara Merdeka).

Aksi penganiayaan itu berlangsung selama 10 menit di sudut barat gerbang kantor kabupaten oleh oknum polisi dari Resor Banyumas dan oknum Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Banyumas.

Baca juga: Liput Unjuk Rasa, Jurnalis "Metro TV" Dianiaya Oknum Polisi dan Satpol PP

Tindakan brutal oknum aparat menyebabkan luka di sejumlah bagian tubuh Darbe. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan Darbe mengalami memar di beberapa bagian tubuh, seperti dada, punggung dan tulang rusuk sebeleh kiri. Yang bersangkutan juga merasakan ada anggota tubuh bagian dalam yang luka dan terasa nyeri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X