Kekerasan Polisi di Banyumas, Polda Jateng Jamin Biaya Pengobatan Korban

Kompas.com - 10/10/2017, 16:34 WIB
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono saat di Solo, Kamis (22/12/2016) Kontributor Surakarta, M WismabrataKapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono saat di Solo, Kamis (22/12/2016)
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap para korban penganiyaan saat pengamanan aksi unjuk rasa menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Banyumas. Polisi akan bertanggung jawab menanggung biaya-biaya pengobatannya.

"Soal biaya, kami akan tanggung jawab apabila ada di rumah sakit ada biaya, kami tanggung jawab," kata Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Condro Kirono saat konferensi pers di Semarang, Selasa (10/10/2017).

Selain menjamin biaya pengobatan, Polda juga memastikan akan menginventarisasi kerugian dari alat-alat wartawan yang rusak. Jika nantinya ditemukan alat kerja yang rusak maka akan diganti rugi. "Termasuk diinventarisasi barang wartawan, katanya ada beberapa rusak, itu kami juga bertanggung jawab," tambahnya.

Aksi kekerasan terhadap wartawan terjadi pada Senin (9/10/2017) malam. Salah satu yang menjadi korban penganiayaan yaitu Darbe Tyas, jurnalis dari Metro TV.

Baca juga: Anak Buahnya Aniaya Wartawan, Kapolda Jateng Minta Maaf

Sebanyak empat wartawan lain juga mengalami intimidasi dan perampasan alat dokumentasi. Empat wartawan yaitu Agus Wahyudi (Suara Merdeka), Aulia El Hakim (Satelitpost), Maulidin Wahyu (Radar Banyumas) dan Dian Aprilianingrum (Suara Merdeka).

Condro membenarkan bahwa insiden kekerasan dilakukan oleh petugas pengamanan di lapangan. Hal itu dilakukan karena massa tetap menggelar demonstrasi melebihi ketentuan pukul 18.00 WIB.

Menurut Condro, aksi masaa dimulai pada Senin pagi pukul 09.30 WIB hingga berlanjut pada 18.00 WIB.

"Sesuai UU, demo dilanjutkan besok hari, dan itu sudah diingatkan pada 18.00 WIB agar masaa membubarkan diri," ujar Condro.

Namun massa tetap menggelar aksi, hingga dialog dan mediasi dilakukan. Petugas, katanya, juga menyampaikan peringatan pada pukul 19.00 WIB dan pukul 20.00 WIB, namun upaya itu belum menuai hasil.

Massa akhinya tetap berdemonstrasi hingga pukul 22.00 WIB. Sekitar pikul 22.00 WIB, masa mencoba membangun tenda dan melaukan orasi budaya.  "Mulai saat itu akhirnya dilakukan negosiasi membubarkan, karena tidak bubar, maka dibubarkan secara paksa," katanya.

"Ada kontak fisik antara petugas pengaman dan Satpol PP dengan pengunjuk rasa. Ada dua 2 orang luka-luka, dan ada beberapa yang lain, termasuk rekan dari media ," tambahnya.

Atas hal itu, Polda telah menyatakan permintaan maaf atas insiden tersebut. Polda berjanji akan mengusut insiden itu, termasuk menyelidiki apakah ada kesalahan prosedur pengamanan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X