Kisah Abang Becak di Tengah Laju Zaman...

Kompas.com - 10/10/2017, 16:33 WIB
Salah satu poster yang dibawa para abang becak saat aksi unjuk rasa penolakan ojek online di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (10/10/2017). KOMPAS.com/M Agus Fauzul HakimSalah satu poster yang dibawa para abang becak saat aksi unjuk rasa penolakan ojek online di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (10/10/2017).
|
EditorReni Susanti

KOMPAS.com - Para abang becak dan pengemudi ojek konvensional di Kota Kediri, Jawa Timur, tengah gundah. Keberadaan ojek online dianggap merenggut lahan mata pencaharian mereka.

Oleh sebab itu mereka menggelar aksi protes dengan berunjuk rasa di Balai Kota Kediri, Selasa (10/10/2017). Mereka meminta pemerintah tidak memberi ruang dan bahkan meminta membubarkan ojek online.

"Pokoknya kami minta untuk dibubarkan," kata Jaenal, salah seorang perwakilan abang becak di sela aksi demo.

Abang becak lainnya, Suyarno (41), mengaku pendapatannya sebagai abang becak turun drastis semenjak adanya ojek berbasis aplikasi online. Warga Ngadisimo Kota Kediri ini menyebut penurunan pendapatannya hingga mencapai 70 persen.

"Yang mudah dirasakan ya berkurangnya orderan. Kalau penghasilan uang, susah ngitungnya," ujar Suyarno.

(Baca juga: Ratusan Abang Becak di Kediri Demo Tolak Ojek Online)

Semula, pria yang sudah menjadi abang becak selama belasan tahun ini dalam satu hari mampu mendapat order penumpang hingga 5 kali. Sedangkan saat ini, dalam sehari, mendapat 3 penumpang saja sudah bagus.

Akibatnya, dia kerap harus menambah jam mangkalnya hingga sore demi menambah pemasukan. Kondisi ini tentu berimbas pada berkurangnya waktu bagi keluarganya.

Penghasilannya yang terus menurun juga turut mempengaruhi kondisi perekonomian keluarga. Padahal tingkat kebutuhan keluarganya juga tinggi.

Selain kebutuhan dapur, ia harus membiayai dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Untuk menutup kebutuhan keluarganya itu, istri Suyarno juga turut membantu dengan bekerja serabutan. Utamanya pada buruh setrika di lingkungannya. Ini cukup meringankan beban ekonomi keluarganya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zona Hijau Covid-19 di Sumbar Tinggal 3 Daerah

Zona Hijau Covid-19 di Sumbar Tinggal 3 Daerah

Regional
Ditemukan Tewas di Dekat Kuburan, Bocah 8 Tahun Ini Diduga Korban Balas Dendam

Ditemukan Tewas di Dekat Kuburan, Bocah 8 Tahun Ini Diduga Korban Balas Dendam

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah di Ambon, Brimob Dikerahkan untuk Pencegahan

Kasus Covid-19 Bertambah di Ambon, Brimob Dikerahkan untuk Pencegahan

Regional
Turunkan Harga Jadi Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Mi Ayam di Yogyakarta Laku 300 Mangkuk Per Hari

Turunkan Harga Jadi Rp 5.000 Per Porsi Saat Pandemi, Mi Ayam di Yogyakarta Laku 300 Mangkuk Per Hari

Regional
Cium Bau Busuk Saat Memancing, Dua Pelajar di Jambi Temukan Kerangka Manusia

Cium Bau Busuk Saat Memancing, Dua Pelajar di Jambi Temukan Kerangka Manusia

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi, Ini Pesannya untuk Warga yang Tak Diundang

Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi, Ini Pesannya untuk Warga yang Tak Diundang

Regional
Dengar Kabar Gagal Dampingi Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan, Kerabat Luhut Protes

Dengar Kabar Gagal Dampingi Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan, Kerabat Luhut Protes

Regional
Periksa 1.929 Sampel, Sumbar Temukan 27 Kasus Positif Covid-19 Baru

Periksa 1.929 Sampel, Sumbar Temukan 27 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

Regional
Sedang Memancing, 2 Pelajar Kaget Temukan Kerangka Seorang Kakek

Sedang Memancing, 2 Pelajar Kaget Temukan Kerangka Seorang Kakek

Regional
Atas Permintaan Wali Murid, SMP di Brebes Sekolah Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Pakai Seragam

Atas Permintaan Wali Murid, SMP di Brebes Sekolah Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Pakai Seragam

Regional
1 WN Amerika Tenggelam, 20 Penyelam Profesional Dikerahkan dan 2 Perwira TNI Ikut Pantau

1 WN Amerika Tenggelam, 20 Penyelam Profesional Dikerahkan dan 2 Perwira TNI Ikut Pantau

Regional
Bocah 8 Tahun Dicabuli, Dibunuh, dan Dibuang ke Semak-semak, Ini Motif Tersangka

Bocah 8 Tahun Dicabuli, Dibunuh, dan Dibuang ke Semak-semak, Ini Motif Tersangka

Regional
Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

Regional
Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X