Anak Buahnya Aniaya Wartawan, Kapolda Jateng Minta Maaf

Kompas.com - 10/10/2017, 15:57 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto bersama Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dan Kabiro Penum Polri Brigjen Rikwanto, Selasa (10/10/2017) Kompascom/Nazar NurdinKadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto bersama Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dan Kabiro Penum Polri Brigjen Rikwanto, Selasa (10/10/2017)
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta maaf atas insiden kekerasan yang terjadi saat unjuk rasa di Kabupaten Banyumas, Senin (9/10/2017) malam.

Sejumlah wartawan yang bertugas di Purwokerto diduga menjadi korban penganiayaan dari oknum polisi dan Satpol PP Banyumas saat unjuk rasa menolak pendirian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di kaki Gunung Slamet.

"Kami atas nama Kapolda, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian semalam mengakibatkan kejadian, baik mahasiswa atau awak media," kata Condro, saat konferensi pers di Akpol Semarang, Selasa (10/10/2017).

Condro mengatakan, tim dari Polda telah diturunkan ke Banyumas untuk mencari fakta-fakta terkait peristiwa itu. Polda memastikan insiden penganiayaan kepada wartawan dan para pengunjuk rasa akan didalami secara menyeluruh.

Baca juga: Tulis Bupati Terlibat Korupsi, Wartawan Ditetapkan Jadi Tersangka

Tim yang ditugaskan yaitu satu tim dari Direktorat Intelijen dan satu tim dari pihak Propam. Dua tim itu akan melihat proses pengamanan seperti apa.

"Pagi tadi Kapolres di Kasatwil ini saya perintahkan untuk kembali ke Banyumas, melaksanakan pengecekan SOP, termasuk direktur intelijen satu tim dan Kabid Propram satu tim juga ke Banyumas untu melihat prosedur seperti apa," katanya.

Condro memastikan, jika tim nantinya melihat ada kesalahan atau pelanggaran terhadap prosedur pengamanan, ataupun disiplin kode etik, akan ditindaklanjuti proses lanjut.

"Tim masih bekerja di sana. Kata Kapolres sudah ada ada 4 orang yang dimintai keterangan. Tim akan mengecek," tambahnya.

Condro sekali lagi menegaskan permintaaan maafnya. Ia tak ingin hubungan kerja sama yang baik dengan media diselingi dengan kekerasan terhadap wartawan. "Saya mohon maaf, harusnya institusi kepolisian dengan solid dengan wartawan. Kami mohon maaf dan kami akan tetap tangani masalah ini," paparnya.

Aksi kekerasan terhadap wartawan terjadi pada Senin malam. Salah satu yang menjadi korban penganiayaan yaitu Darbe Tyas, jurnalis dari Metro TV.

Selain itu, empat wartawan juga mengalami intimidasi dan perampasan alat dokumentasi. Empat wartawan yaitu Agus Wahyudi (Suara Merdeka), Aulia El Hakim (Satelitpost), Maulidin Wahyu (Radar Banyumas) dan Dian Aprilianingrum (Suara Merdeka).



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Terbaru Kasus Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 35 Orang

Kabar Terbaru Kasus Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 35 Orang

Regional
Viral, Kawasan Pelabuhan Benoa Penuh Sampah

Viral, Kawasan Pelabuhan Benoa Penuh Sampah

Regional
Mesin Motor Tiba-tiba Mati di Perlintasan Kereta, Siswa Ini Hampir Ditabrak KA Argowilis

Mesin Motor Tiba-tiba Mati di Perlintasan Kereta, Siswa Ini Hampir Ditabrak KA Argowilis

Regional
Kronologi Penangkapan Oknum PNS RSUD Bantaeng Saat Sedang Pesta Sabu di Rumahnya

Kronologi Penangkapan Oknum PNS RSUD Bantaeng Saat Sedang Pesta Sabu di Rumahnya

Regional
Kronologi Ditemukannya Biji Plastik pada Beras Bansos di Cianjur

Kronologi Ditemukannya Biji Plastik pada Beras Bansos di Cianjur

Regional
Gudang Pakan Ternak di Salatiga Terbakar, Pemilik Merugi hingga Rp 500 Juta

Gudang Pakan Ternak di Salatiga Terbakar, Pemilik Merugi hingga Rp 500 Juta

Regional
Gubernur Banten Siapkan 3 Gedung di Kota Serang untuk Isolasi OTG Covid-19

Gubernur Banten Siapkan 3 Gedung di Kota Serang untuk Isolasi OTG Covid-19

Regional
Wagub Uu: Penyebaran Covid-19 di Jabar Turun, tapi di Karawang dan Cirebon Naik

Wagub Uu: Penyebaran Covid-19 di Jabar Turun, tapi di Karawang dan Cirebon Naik

Regional
Fakta Baru Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Berstatus Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara

Fakta Baru Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Berstatus Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Gugus Tugas Jabar Sudah Lama Bidik Klaster Pabrik Epson di Cikarang Bekasi

Gugus Tugas Jabar Sudah Lama Bidik Klaster Pabrik Epson di Cikarang Bekasi

Regional
Kapolrestabes Makassar dan Dirreskrimum Polda Sulsel Dapat Jabatan Baru di KPK

Kapolrestabes Makassar dan Dirreskrimum Polda Sulsel Dapat Jabatan Baru di KPK

Regional
Seminggu Pengusaha Rental Mobil Tak Pulang, Istri Lapor Polisi di Pekanbaru

Seminggu Pengusaha Rental Mobil Tak Pulang, Istri Lapor Polisi di Pekanbaru

Regional
Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel, Oknum Polisi Ini Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas di Hotel, Oknum Polisi Ini Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
Viral, Video Anggota DPRD dan ASN Baubau Diduga Pesta Miras

Viral, Video Anggota DPRD dan ASN Baubau Diduga Pesta Miras

Regional
Gagal Tes Kesehatan, Bacalon Bupati Solok Gugat KPU ke Bawaslu

Gagal Tes Kesehatan, Bacalon Bupati Solok Gugat KPU ke Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X