Kompas.com - 10/10/2017, 15:12 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Polres Lhokseumawe mengungkap kasus rencana pembunuhan dengan menyewa pembunuh bayaran di wiliyah hukumnya. Dari hasil pemeriksaan, korban dituding membunuh sapi dalang utama rencana pembunuhan ini.

Kasus ini berawal saat pihak polisi menerima laporan dari pria berinisial M, warga Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara dua bulan lalu. Dalam laporan itu, M menyebutkan dirinya diancam oleh seseorang yang berinisial AS, warga Desa Jamuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara akan membunuh dirinya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, AKP Budi Nasuha Waruwu, Selasa (10/10/2017) menyebutkan setelah menerima laporan itu, polisi membentuk tim khusus untuk memantau pergerakan pelaku.

“Dua bulan lalu itu sudah dilaporkan. Dari situlah, kita ikuti dan terus monitor gerakan pelaku ini. Percobaan pembunuhan ini kita pantau terus, sampai pada kesimpulan kita menangkap pelaku AS,” katanya.

Dari barang bukti yang ditemukan, ternyata AS telah menerima uang Rp 3 juta dari total Rp 10 juta yang dijanjikan dalang intelektual rencana pembunuhan yakni IS dan SP. “Kita pantau sampai kita temukan barang bukti yang kuat dalam kasus ini. Begitu kita temukan barang bukti penerimaan uang itu,alat bukti kita cukup, baru kita tangkap,” terangnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Dalang Intelektual Kasus Pembunuh Bayaran

Dia menyebutkan, dari interograsi ketiga tersangka yang ditangkap diketahui ternyata uang yang dijanjikan yaitu Rp 20 juta, bukan Rp 10 juta dari pemberitaan sebelumnya.

Bahkan, sambung AKP Budi, dalang utama rencana pembunuhan itu yakni pria berinisial A, yang kini masih buron. “A ini lah yang meminta AS, SP dan IS untuk membunuh M. Upahnya Rp 20 juta. Dia minta M dibunuh dengan cara ditembak,” kata Budi.

Dia menambahkan, motifnya A, karena sapinya tewas di kebun milik M. Dia menduga M ini membunuh sapi miliknya. “Sekarang ini, kita buru A ini sampai ketemu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap AS, yang berencana membunuh M dengan upah sebesar Rp 10 juta. Dari jumlah itu, AS sudah menerima Rp 3 juta dari IS dan SP. Sisanya akan dibayarakan setelah M terbunuh. Namun, belakangan penyidik menemukan nama baru dalam kasus itu yaitu pria berinisia A. Saat ini, kasus itu masih ditangani Polres Lhokseumawe.

Kompas TV Pembunuh Pasutri Pengusaha Garmen Ini Ditangkap


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.