Komplotan Pelaku Hipnotis Diringkus Polisi

Kompas.com - 09/10/2017, 21:12 WIB
Lima pelaku kejahatan dengan cara menghipnotis (gendam) para korbannya, ditangkap jajaran Polisi Resor Trenggalek (09/10/2017) KOMPAS.com/Slamet WidodoLima pelaku kejahatan dengan cara menghipnotis (gendam) para korbannya, ditangkap jajaran Polisi Resor Trenggalek (09/10/2017)
|
EditorErlangga Djumena

TRENGGALEK,KOMPAS.com - Sebanyak lima orang pelaku tindak kejahatan penipuan, ditangkap oleh jajaran polisi Trenggalek, Jawa Timur Senin (9/10/2017). Mereka menghipnotis para korbannya sebelum membawa kabur harta benda.

“Benar, jajaran polres Trenggalek telah menangkap pelaku kasus penipuan,” kata Wakapolres Trenggalek Kompol Andi Febrianto Ali.

Untuk melancarkan aksinya, para pelaku terlebih dahulu menghipnotis korban dengan menggunakan ilmu gendam. “Pelaku ini semua berasal dari Kota Malang. Dari pengakuan, mereka melakukan tindak penipuan di dua kecamatan yakni Dongko dan Suruh,” kata Andi.

Pengungkapan kasus ini berawal, atas laporan sejumlah warga yang menjadi korban hipnotis di wilayah hukum Polsek Dongko dan Polsek Suruh. Kemudian ketika polisi melakukan razia gabungan di Kecamatan Suruh, terdapat satu kendaraan roda empat yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ciri-ciri penumpang mobil sesuai dengan keterangan korban. Mereka pun dibawa ke kantor polisi Trenggalek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Polisi Ringkus Komplotan Pelaku Gendam di Hotel Magelang

Adapun modus yang digunakan para pelaku adalah dengan berpura pura sebagai sales elektronik. Mereka mendatangi langsung rumah warga. Setelah pelaku dipersilakan masuk oleh pemilik rumah, pelaku langsung menawarkan penukaran barang elektronik lama bisa ditukar dengan yang baru. Korban diiming-imingi harga sangat murah.

“Dalam melakukan aksinya,sebisa mungkin mereka mendapatkan barang sebanyak-banyaknya milik korban dengan cara di hipnotis atau gendam,” ucap Kasatreskrim Trenggalek AKP Sumi Andhana.

Tanpa disadari. korban mengeluarkan semua barang termasuk perhiasan dengan harapan ditukar baru yang lebih bagus. Sesaat setelah pelaku meninggalkan rumah dan membawa barang berharga milik korban, kemudian baru menyadari bahwa barangnya dibawa orang tidak dikenal.

“Ketika pelaku meninggalkan rumah korban, mereka baru sadar, bahwa baru saja di tipu,” katanya.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sejumlah perabotan rumah tangga elektronik, perhiasan emas, sejumlah uang tunai, serta beberapa telepon genggam.

Atas perbuatannya, para pelaku diancam hukuman empat tahun penjara. Kini, polisi tengah pelakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku, guna pengembangan kasus ini.

“Pemeriksaan terus kami lakukan terhadap para pelaku, barangkali ada tempat kejadian lain. Tidak menutup kemungkinan,para pelaku pernah melakukan kejahatan yang sama di kabupaten lain,” ujar Sumi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Regional
Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Regional
Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Regional
Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kata Buya Syafii Jika Ahok Jadi Bos BUMN | Teror Sengatan Tawon Ndas

[POPULER NUSANTARA] Kata Buya Syafii Jika Ahok Jadi Bos BUMN | Teror Sengatan Tawon Ndas

Regional
Kalsel Pasang Target Jadi Penyangga Sektor Pangan untuk Ibu Kota Baru

Kalsel Pasang Target Jadi Penyangga Sektor Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
Polisi Tangkap Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur

Polisi Tangkap Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur

Regional
Kasus Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Pelaku Beraksi di Pinggir Jalan

Kasus Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Pelaku Beraksi di Pinggir Jalan

Regional
Buka Fornas V di Kaltim, Menpora: Tak Butuh Banyak Dana Kita Bisa Olahraga

Buka Fornas V di Kaltim, Menpora: Tak Butuh Banyak Dana Kita Bisa Olahraga

Regional
Dampak Gempa Maluku Utara, 36 Bangunan Rusak hingga 3 Orang Terluka

Dampak Gempa Maluku Utara, 36 Bangunan Rusak hingga 3 Orang Terluka

Regional
18 Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri di Medan Diduga Simpatisan ISIS

18 Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri di Medan Diduga Simpatisan ISIS

Regional
Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 18 Orang Jadi Tersangka

Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 18 Orang Jadi Tersangka

Regional
Polisi Tembak Mati Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Polisi Tembak Mati Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diguncang Gempa, BPBD Manado dan Bitung Nyatakan Belum Ada Kerusakan

Diguncang Gempa, BPBD Manado dan Bitung Nyatakan Belum Ada Kerusakan

Regional
Bom dan Senpi Rakitan Diamankan dari Terduga Teroris di Sumut

Bom dan Senpi Rakitan Diamankan dari Terduga Teroris di Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X