Pemerintah Bagikan Sertifikat Lahan untuk Kurangi Kemiskinan

Kompas.com - 09/10/2017, 19:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Pancasila, Semarang, Senin (9/10/2017) DAVID OLIVER PURBA/ KOMPAS.comGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Pancasila, Semarang, Senin (9/10/2017)
EditorKurniasih Budi


SEMARANG, KOMPAS.com-  Pemerintah Jawa Tengah berupaya mengurangi angka kemiskinan dengan merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Sayangnya, rumah-rumah yang akan direhabilitasi pada umumnya tidak memiliki status yang jelas. Sebab, warga tidak memiliki sertifikat lahan.

Oleh karena itu, pemerintah membagikan sertifikat lahan agar status kepemilikan lahan menjadi jelas.

“Petugas di lapangan kerap terbentur masalah ketidakjelasan status kepemilikan lahan warga saat hendak melaksanan program tersebut,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menyampaikan sambutannya di depan Presiden Joko Widodo dalam kegiatan Pembagian Sertifikat Tanah Rakyat di Lapangan Pancasila, Semarang, Senin (9/10/2017).


Baca: Ganjar Pertanyakan Biaya Prona yang Berbeda-beda Tiap Desa

Hingga akhir 2017, Pemerintah Jawa Tengah menargetkan rehabilitasi RTLH mencapai 20.027 rumah.

"Kami mau bantu untuk urus rumah tidak layak huni sering kali terbentur soal kepemilikan karena status tanahnya tidak jelas. Padahal itu salah satu indikator kemiskinan di Jawa Tengah," ujar Ganjar.

Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN), baru sekira 50 persen dari 21,3 juta bidang lahan yang ada di Jawa Tengah memiliki sertifikat.

Tahun ini, 630.000 bidang tanah telah disertifikasi. Pemerintah Jawa Tengah menargetkan 1,24 juta bidang tahan disertifikasi pada 2018.

Baca: Angka Kemiskinan di Jawa Tengah Turun

Jika proses sertifikasi bisa berjalan dengan baik, kata Ganjar, maka pihaknya akan melakukan sinkronisasi data jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah.

Bermodal data kemiskinan yang akurat, program-program pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah bakal tepat sasaran.

"Dari BPN sudah melakukan uji coba bahwa ketika sudah dilakukan digitalisasi (data) dan kemudian disinkronkan dengan data kemiskinan maka kemiskinan bisa kita keroyok," ujarnya.

Dengan demikian bantuan keuangan bisa langsung diterima warga yang masuk kategori miskin sekaligus tanahnya bisa memiliki sertifikat. “Jadi mereka yang miskin dapat kami berikan bantuan secara lengkap," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X