Sulap Ban Bekas Jadi "Sofa Bakpao", Joko Kewalahan Layani Pesanan

Kompas.com - 08/10/2017, 17:48 WIB
 Joko Prasetyo (47) warga Genuk Krajan RT 02 RW 08 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menyulap ban mobil bekas menjadi sofa atau kursi-kursi cantik dan laku dijual hingga jutaan rupiah.sofa bakpao 1 Joko Prasetyo (47) warga Genuk Krajan RT 02 RW 08 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menyulap ban mobil bekas menjadi sofa atau kursi-kursi cantik dan laku dijual hingga jutaan rupiah.

UNGARAN, KOMPAS.com - Sofa atau kursi empuk berbusa biasanya berbahan rangka dari kayu. Namun di Ungaran, Kabupaten Semarang ada kerajinan sofa yang terbuat dari ban mobil bekas.

Adalah Joko Prasetyo (47) warga Genuk Krajan RT 02 RW 08 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berhasil menyulap ban mobil bekas menjadi sofa-sofa cantik yang ia namakan " sofa bakpao".

Bentuknya bulat dengan warna-warni yang menarik, sofa bakpao laris manis diburu para pembeli.

"Nama bakpao ini pemberian netizen. Saat kita upload di medsos, dibilang bentuknya kok lucu bulet kayak bakpao," kata Joko saat ditemui di rumah sekaligus bengkel kerjanya, Sabtu (8/10/2017) siang.

Awalnya Joko Prasetyo yang juga merupakan Ketua RT di lingkungannya ini adalah tukang jahit kulit untuk cover mebel sebuah perusahaan ekspor di Semarang sekitar Januari 2017.

"Waktu itu masih ada sisa bahan, dan kebetulan desainnya bulat. Saya pikir kalau ini diaplikasikan ke ban mobil bekas coba bisa nggak ya?" ujarnya.

Joko kemudian mencari ban bekas yang banyak tersedia di beberapa bengkel yang ada di sekitar rumahnya. Setelah mendapatkan ban bekas, kulit jok sisa order tersebut ia aplikasikan dengan modifikasi sedemikian rupa, ternyata memang pas dan tampak cantik.

"Awalnya rangka dan desainnya masih sederhana. Ada tetangga yang lihat, katanya kok bagus lalu dibeli. Akhirnya pada tahu dari mulut ke mulut," ujarnya.

Melihat sofa buatannya mulai diminati, Joko terus menyempurnakan konstruksi rangka dan desainnya agar makin kokoh dan lebih menarik.

Usahanya membuat sofa dari ban bekas ini terus berkembang. Setelah dikombinasi dengan material lain, seperti vinil oscar, spon, karet penyangga elastis, ban bekas ini pun menjadi sofa yang nampak indah dan kuat.

Apalagi dengan pemilihan warna, desain yang kekinian dan jahitan yang lebih rapi, para peminatnya mengaku puas dengan sofa buatannya.

"Karena dari ban bekas, harganyapun jadi lebih murah dibandingkan sofa berangka kayu," ujarnya.

Para pembelinya kini tak hanya dari Semarang dan daerah sekitarnya. Tapi berdatangan dari kota-kota lainnya seperti Yogyakarta dan Malang.

Lantaran untuk membuat sofa bakpao ini harus memperhatikan detail dan keakuratan ukuran, Joko belum berani menyerahkan sepenuhnya pekerjaan finishing sofa bakpao ini kepada orang lain. Saat ini Joko dibantu oleh dua pekerja dan istrinya sendiri yang bertugas menjahit cover sofa.

"Saya sekarang stop broadcast di medsos karena tidak mampu melayani pelanggan," jelasnya.

Untuk membuat sofa bakpao ini kelihatannya cukup mudah. Mula-mula ban bekas dibersihkan dan dicari yang ukurannya sama. Selanjutnya dikasih penutup dari kayu di kedua sisinya. Kemudian seluruh permukaan ban dilapisi dengan spons.

Sebagai finishing ditutup dengan bahan vinil oscar yang dijahit dengan ketelitian dan diberikan kaki-kaki dari besi yang sangat kokoh.

"Ban yang kami pakai rata-rata ring 13, 14 dan 15. Sementara sandarannya kita pakai ban vario," imbuhnya.

Salah seorang konsumen, Nur Yuliyanto (38) warga Ungaran yang datang ke rumah Joko sengaja memesan satu set kursi ban modifikasi ini.

Nur mengaku tahu tentang sofa bakpao ini dari rekan-rekannya yang mengunggahnya ke media sosial.

Ia tertarik lantaran sofa bakpao ini mempunyai warna yang cukup mencolok dan unik.

"Saya berusaha mencarinya karena unik dan cantik. Apalagi kita bisa memesan warna sesuai kesukaan dan harganya lebih murah dari yang ada di pasar online," kata Nur.

Kembali menurut keterangan Joko, harga yang dipatok untuk sofa bakpao ini cukup terjangkau. Satu set yang terdiri dari dua kursi bundar non sandaran dan satu meja dihargai Rp 1 juta. Sementara untuk satu set paket empat kursi non sandaran dan satu meja dibanderol Rp 1,5 juta

"Kalau yang ada sandarannya paket dua kursi kami jual Rp 1,1 juta, kalau yag paket empat kursi sandaran Rp 1,8 juta," jelasnya.

Joko mengaku dengan mematok harga yang relatif murah ini, keuntungan yang ia dapat tidak banyak setelah dipotong biaya dan ongkos produksi.

"Kalau beli eceran harganya mulai Rp 300 ribu dan meja mulai Rp 350 ribu," imbuhnya.

Saat ini Sofa ban bekas telah merambah hotel dan kafe. Bentuknya yang unik dan kombinasi warna vinil yang menarik menjadikan sofa ini menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan mebel terutama untuk rumah-rumah dengan bentuk minimalis.

"Pesanan datang dari Malang, Lamongan, Yogya dan kota-kota lainnya. Mereka tahu dari internet," pungkasnya.

 

Halaman:


EditorAmir Sodikin
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X