Indonesia Siap Selenggarakan Pemilu Serentak 2019 Tanpa Konflik

Kompas.com - 06/10/2017, 18:40 WIB
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi peserta simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 yang digelar di lapangan bola Kelurahan Sindang Sono, Kecamatan Sindang jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). Fachri FachrudinBupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi peserta simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 yang digelar di lapangan bola Kelurahan Sindang Sono, Kecamatan Sindang jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Indonesia segera memasuki tahun politik pada 2019, ditandai dengan Pemilihan Umum Serentak, yakni memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden dan Wakil Presiden.

Bahkan beberapa daerah seperti di Jawa Tengah, sudah memulai dengan perhelatan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) hingga Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2018.

Melihat banyaknya agenda politik mulai dari wilayah administratif paling kecil hingga pusat, ada kekhawatiran terjadi konflik kepentingan di antara para elite politik.

Pengamat politik Universitas Diponegoro Teguh Yuwono mengatakan, potensi konflik dari Pemilu Serentak memang ada. Namun hal itu sudah diantisiasi oleh mekanisme hukum maupun aparatur hukum. Sehingga apabila benar-benar terjadi konflik, maka aparatur dengan aturan hukum yang ada bisa mengelola ataupun mengontrol konflik tersebut dengan baik.


"Jadi saya kira, kita sebagai warga bangsa ini tidak perlu jauh berkhawatir. Karena seluruh elemen-elemen di negara ini, baik keamanan dan ketertiban sudah disiapkan," kata Teguh, Jumat (6/10/2017).

Baca juga: KPU Gelar Simulasi Pemilu Serentak 2019

Selain itu, lanjut dia, yang lebih penting adalah partisipasi masyarakat. Sudah terbukti bahwa antusiasme masyarakat untuk terlibat dan berniat menjaga agar Pemilu berlangsung sukses berlaku di beberapa pemilu sebelumnya.

"Dan kita yang di Perguruan Tinggi, mahasiswa, LSM, media, wartawan kan ingin pemilu kita ini menjadi proses yang rutin tetapi stabil," sebutnya,

Melihat tantangan sekaligus potensi dalam kepemiluan yang sudah berlangsung selama ini, Teguh yakin Indonesia akan sukses melalui semua tahapan Pemilu Serentak 2019 maupun Pilkada Serentak 2018 yang berbarengan dengan Pilkades serentak 2018-2019 mendatang.

Ia lantas membandingkan dengan pemilu serentak di Amerika yang memilih sekaligus tujuh posisi. Mulai dari legislatif, eksekutif dan yudikatif di semua tingkatan wilayah. Meskipun serentak, namun berlangsung dengan lancar, tertib tanpa konflik.

"Bangsa ini harus kita ajari, karena negara-negara maju itu serentak itu tidak hanya tiga. Kalau kita sekarang kan cuma DPD, DPR sama presiden. Di negara lain serentaknya itu tujuh posisi," ucap dia.

Suksesnya pemilu serentak di negara-negara maju tersebut lanjutnya, karena adanya jaminan diseluruh tahapannya.

Dia optimistis, Indonesia dengan pengalaman yang ada didukung oleh keberadaan lembaga penyelenggara yang kredibel, akan mampu menyelenggarakan Pemilu Serentak 2019 mendatang dengan sukses.

"Nah saya yakin, KPU kan berpengalaman sejak 2004 dulu ya, sudah pengalaman penyelenggaraan, Bawaslu juga sudah cukup lama. Kita punya media, kita punya posisi-posisi masyarakat yang berkontribusi. Saya kira kita tidak perlu khawatir terlalu jauh," katanya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X