Sabet 5 Medali Emas di Italia, Paduan Suara Unika Semarang Tampil di TV Perancis

Kompas.com - 06/10/2017, 15:41 WIB
Tim paduan suara Unika Semarang menunjukkan medali emas sesuai berkompetisi di Italia, Jumat (6/10/2017) Kompascom/Nazar NurdinTim paduan suara Unika Semarang menunjukkan medali emas sesuai berkompetisi di Italia, Jumat (6/10/2017)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Tim paduan suara Gratia Choir dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang berhasil meraih lima medali emas dan satu perak di dua kompetisi sekaligus di Italia.

Tim paduan suara ini ternyata juga sukses menjalani adegan pengambilan suara oleh salah satu TV Perancis di Florence, Italia.

Kisah itu diceritakan oleh Agustinus Dian Purnadi, ketua delegasi tim tersebut, di kampusnya, Jumat (6/10/2017).

Dian menceritakan, tawaran syuting itu bermula saat dia bersama teman-temannya berwisata di Katedral Florence. Wisata dilakukan setelah timnya berhasil menyabet emas dari kompetisi 11th Rimini International Choral Festival dan lomba paduan suara di Kota Florence yang dijalani.

“Di Florence, kami di Katedral sempat bernyanyi di sana. Tiba-tiba didatangi kru dari TV Perancis yang membuat film bangunan bersejarah agama-agama di dunia. Hari berikutnya, kami syuting bersama dengan mereka menyanyikan lagu di Katedral,” kata pria yang disapa Dian ini.

Paduan suara Gratia Choir pun mendapat sambutan hangat dari warga dunia yang ada di Florence. Ia ingat tanggal 27 September sebagai hal istimewa. Mereka diminta menyanyikan lagu-lagu rohani dalam adegan itu.

“Saat adegan syuting itu, kami juga dilihat pengunjung, (mereka) berkumpul dan menonton aksi kami,” katanya.

Baca juga: Paduan Suara Unika Semarang Sabet 5 Medali Emas di Kompetisi Italia

Theresia Tyas Kusumaningrum, ketua Gratia Choir Unika Semarang mengatakan, kesempatan adegan shooting oleh TV Perancis tidak lepas dari kiprah mereka mendapat emas di Florence. Dalam kejuaraan itu, mereka menyanyikan lagu-lagu daerah Indonesia.

Lagu-lagu seperti Hela Rotane, Ugo-Ugo dari Banyuwangi, kemudian Luk-Luk Lumbu, dan Yamko Rambe Yamko dari Papua dinyanyikan hingga memikat warga setempat. Lagu-lagu itu dinyanyikan dalam kategori folklor.

“Hasil ini puas. Bagi kami ini wah dan kebanggaan, pengalaman luar biasa,” ujar Theresia.

Tim paduan suara yang terdiri dari 30 orang ini sebelumnya menyabet 5 emas dan 1 peran dengan menyisihkan tim paduan suara unggulan dari 12 negara-negara Uni Eropa dan negara belahan dunia lain.

Mereka menjadi juara kategori Special Prize for Best Performance of Italian Composer’s Work, dan Second Place at Grand Prix Competition.

Dua kompetisi paduan suara internasional ini diselenggarakan di Roma, Italia, pada 21 hingga 29 September 2017. Lalu di kota Florence pada tanggal 26 hingga 29 September 2017.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 1 Miliar, 4 Orang Ditangkap

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Rp 1 Miliar, 4 Orang Ditangkap

Regional
Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Tunjuk Sekda Jadi Pengganti

Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Tunjuk Sekda Jadi Pengganti

Regional
Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Modus Menyewa, Pria Ini Malah Gadai 11 Mobil Rental

Regional
Kelompok Banteng Ketaton: Yel Itu Bentuk Kekecewaan Kami Terhadap Kesewenangan Risma

Kelompok Banteng Ketaton: Yel Itu Bentuk Kekecewaan Kami Terhadap Kesewenangan Risma

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 di Kulon Progo Melonjak Selama November 2020

Jumlah Pasien Covid-19 di Kulon Progo Melonjak Selama November 2020

Regional
Pabrik Miras Bodong di Medan Digerebek Polisi, Ribuan Botol Merek Palsu Disita

Pabrik Miras Bodong di Medan Digerebek Polisi, Ribuan Botol Merek Palsu Disita

Regional
Curug Ngebul Sukabumi Kembali Makan Korban, Satu Anak Tenggelam Saat Berenang

Curug Ngebul Sukabumi Kembali Makan Korban, Satu Anak Tenggelam Saat Berenang

Regional
Tindak Lanjut Rekomendasi Kemendagri, Kepala Inspektorat Jember Jadi Asisten Sekda

Tindak Lanjut Rekomendasi Kemendagri, Kepala Inspektorat Jember Jadi Asisten Sekda

Regional
Masih Banyak Zona Merah, Ketua DPRD Jateng Minta Rencana Kembali ke Sekolah Dikaji Ulang

Masih Banyak Zona Merah, Ketua DPRD Jateng Minta Rencana Kembali ke Sekolah Dikaji Ulang

Regional
Legislator Jateng Minta Upah Minimun Guru Tak Sebatas UMK

Legislator Jateng Minta Upah Minimun Guru Tak Sebatas UMK

Regional
Menyoal Video Yel 'Hancurkan Risma' di Pilkada Surabaya

Menyoal Video Yel "Hancurkan Risma" di Pilkada Surabaya

Regional
Timses Rival Anak Yusril di Pilkada Belitung Timur Didakwa Pasal Penghasutan

Timses Rival Anak Yusril di Pilkada Belitung Timur Didakwa Pasal Penghasutan

Regional
Satu Keluarga di Sigi Dibunuh, Warga Sekitar Lari ke Hutan

Satu Keluarga di Sigi Dibunuh, Warga Sekitar Lari ke Hutan

Regional
Marah Ditegur Saat Telepon Perempuan Lain, Suami Pukuli Istri hingga Babak Belur

Marah Ditegur Saat Telepon Perempuan Lain, Suami Pukuli Istri hingga Babak Belur

Regional
Ketahuan Bentuk Tim Relawan untuk Paslon Rival, Sekretaris DPC Gerindra Karimun Dicopot

Ketahuan Bentuk Tim Relawan untuk Paslon Rival, Sekretaris DPC Gerindra Karimun Dicopot

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X