Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/10/2017, 16:42 WIB
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati

Penulis

KARANGASEM, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengikuti sembahyang Purnama Kapat di Pura Besakih yang masuk zona merah pasca status gunung Agung dinaikkan awas pada 22 September 2017.

Sebelumnya, Sembayang Purnama Kapat biasanya dilakukan siang hari hingga malam namun khusus untuk tahun ini dimulai pagi hari dan berakhir siang hari.

"Bagi kami umat Hindu di Bali, purnama kapat adalah salah satu hari suci. Pada umumnya semua pura melaksanakan upacara pada hari ini," jelas Pastika.

Dia mengatakan, rangkaian Upacara Purnama Kapat sudah dimulai sejak Rabu (4/10/2017). Para umat Hindu menghaturkan puja bakti sembah kepada Tuhan yang maha esa.

Baca juga: Pemangku Pura Besakih, Pagi Berdoa Sore Turun ke Zona Aman

"Mudah mudahan dengan hati yang tulus dan suci memohon kerendahan hati pada Tahun, bencana ini tidak akan menyakiti kita semua. Bencana akan tertanggulangi dengan baik," katanya.

Sementara itu Jero mangku Ridana (42) perangkat Desa Besakih mengatakan, pada sembahyang kali ini tidak semua warga Desa Besakih datang.  Menurut dia, biasanya ada ribuan orang yang datang pada saat upacara tersebut. Kalaupun ada yang datang, setelah upacara mereka akan kembali ke zona yang aman.

Ridana menambahkan saat ini ada 2.500 kepala keluarga yang tinggal di Desa Besakih dengan total warga sekitar 7.000 jiwa.

"Jika biasanya digelar hingga malam hari tapi atas himbauan pemerintah upacara hanya digelar sampai siang hari ya karena kondisi gunung Agung masih dalam kondisi awas,"  ujar dia kepada Kompas.com.

Status gunung Agung telah ditetapkan awas sejak tanggal 22 September 2017 lalu dan pura Besakih sebagai pura terbesar di Pulau Bali hanya berjarak 6 kilometer dari puncak Gunung Agung dan masuk dalam kawasan rawan bencana. Sejak Gunung Agung berstatus awas, Pura Besakih ditutup untuk wisatawan dan seluruh warganya mengungsi ke zona aman.

Kompas TV Raja-raja se Bali berkumpul di Pura Agung Kentel Gumi, di Kabupaten Klungkung, Bali, para tokoh di Bali ini memanjatkan doa untuk Gunung Agung.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com