Agar Pengungsi Gunung Agung Tak Harus Jual Sapi ke Tengkulak...

Kompas.com - 04/10/2017, 17:17 WIB
Kompas TV Warga Solo Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan ular jenis piton di saluran air milik warga.
|
EditorCaroline Damanik

Saat ini, ada 225 sapi Bali di penampungan, sementara hewan ternak di Desa Nongan dan ada 16 sapi yang sudah dijual.

Sapi-sapi tersebut adalah milik warga di Desa Besakih, Desa Pempatan dan Desa Menangan. Namun diperkirakan, masih ada 2.000-an sapi yang masih belum dibawa ke penampungan.

"Beberapa hari lalu, saya naik ke atas dan melakukan pendekatan dengan masyarakat yang belum membawa sapinya turun ke zona aman. Ada sekitar 2.000-an sapi yang di sana. Pemiliknya bilang kalau meletus baru dievakuasi," tuturnya.

Gunawan menjelaskan, sapi tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat di lereng Gunung Agung karena sebagian besar mereka adalah peternak sapi, selain bekerja di sektor pertanian.

Selama di penampungan, pemilik sapi mencari makanan sendiri untuk binatang peliharaannya namun pihak dinas terkait sudah menyiapkan konsentrat untuk mengantisipasi jika terjadi erupsi Gunung Agung dan petani kesulitan mencari pakan hijau untuk binatang ternak.

"Untuk di Nongan luas lahan penampungan hewan ternak sekitar 1 hektar dan bisa menampung sekitar 700 sampai seribu ekor sapi. Penampungan bukan hanya di sini, tetapi juga di beberapa titik," ungkapnya.

Dengan penampungan ternak sementara itu, diharapkan tidak ada lagi warga yang menjual sapinya kepada tengkulak karena selama ini yang terjadi tengkulak langsung membeli sapi di desa mereka dengan harga murah karena secara mental warga sedang dalam keadaan kalut dan bingung.

"Karena bingung jadi dibeli berapa saja mereka mau. Kalau di sini, walaupun dijual tetapi harga normal bukan harga tengkulak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sekitar 10.000 ekor sapi telah diungsikan oleh masyarakat secara mandiri. Sebagian hewan ternak ada juga yang dijual.

"Ditargetkan sebanyak 20.000 ekor sapi akan dievakuasi dari wilayah terdampak," kata Sutopo, Kamis (28/9/2017).

Berdasarkan data dari Posko Pendampingan Nasional di Karangasem, diperkirakan jumlah sapi yang berada di radius berbahaya sekitar 30.000 ekor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X