Kompas.com - 04/10/2017, 16:26 WIB
Artis peran Luna Maya diwawancara saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Sabtu (10/6/2017). Dalam kunjungan tersebut, ia mempromosikan film horor terbarunya yang berjudul The Doll 2. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGArtis peran Luna Maya diwawancara saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Sabtu (10/6/2017). Dalam kunjungan tersebut, ia mempromosikan film horor terbarunya yang berjudul The Doll 2.
|
EditorErlangga Djumena

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Artis Luna Maya menuai kecaman dari aktivis lingkungan. Hal ini menyusul adanya postingan rekaman sesi pengambilan foto dirinya bersama orangutan yang diunggah oleh akun Instagram @thesanctoovilla milik The Sanctoo Villas & Spa di Gianyar, Bali pada 25 April lalu.

"Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation merasa sangat kecewa terhadap postingan ini. Orangutan adalah satwa terancam punah dan dilindungi undang-undang. Tidak selayaknya orangutan diperlakukan seperti ini, dipromosikan sebagai hewan peliharaan atau mainan!" kata Jamartin Sihite, Direktur Borneo Orangutan Foundations (BOSF), Palangka Raya, dalam rilisnya, Rabu (4/10/2017).

"Luna Maya adalah tokoh publik dan seharusnya membantu meningkatkan kepedulian akan isu penting nasional dan global seperti pelestarian orangutan, alih-alih memanfaatkannya seperti ini di media sosial," lanjutnya.

Menurut dia, orangutan yang dijadikan tandem Luna berasal dari Bali Zoo, untuk kepentingan penerbitan majalah Her World Bride.

Luna Maya berfoto dengan orangutanScreenshot Instagram Luna Maya berfoto dengan orangutan
Baca juga: Orangutan Albino Ini Akan Ditempatkan di Lokasi Khusus

Sihite menyebutkan, kebun binatang adalah lembaga konservasi ex-situ untuk mengedukasi publik. Dia mengatakan, seluruh pemanfaatan dokumentasi dalam bentuk foto, video, dan pertunjukan, selayaknya bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif kepada publik.

Dia menambahkan, pemanfaatan orangutan untuk atraksi mencari keuntungan adalah kesalahan.  "Publik melihat seorang tokoh dan lembaga konservasi memperlakukan satwa dilindungi seperti layaknya hewan peliharaan dan komoditas, pesan seperti apa yang hendak disampaikan kepada publik sebenarnya?" kata Sihite.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Nonja, orangutan yang tinggal di Kebun Binatang Wina ini tampak serius memainkan spinner yang dikaitkan dengan batang kayu.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.