Warga Biasa Dilarang Kenakan Motif Batik Ini di Lingkungan Keraton

Kompas.com - 03/10/2017, 19:11 WIB
Motif batik Parang rusak barong. Di lingkungan keraton, motif batik ini hanya boleh dikenakan oleh seorang rajaKOMPAS.com / Wijaya Kusuma Motif batik Parang rusak barong. Di lingkungan keraton, motif batik ini hanya boleh dikenakan oleh seorang raja

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Saat ini batik dipakai oleh siapa pun tanpa memandang status sosial maupun ekonomi. Namun berbeda dengan di lingkungan keraton Yogyakarta, ada motif yang terlarang dipakai oleh warga biasa. Motif ini hanya boleh dikenakan oleh raja, permaisuri, keturunannya hingga para bangsawan, dan bupati.

"Di dalam lingkungan keraton, ada motif-motif batik yang hanya boleh dikenakan oleh raja, permaisuri dan keturunannya. Ini diatur dalam peraturan keraton," ujar Sekretaris Umum Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, Murdijati Gardjito, saat ditemui Kompas.com Selasa (3/10/2017).

Murdijati mencontohkan, motif parang yang terdiri dari beberapa jenis. Motif batik ini hanya boleh dikenakan oleh raja, permaisuri, dan keturunannya.

"Parang barong hanya boleh dikenakan oleh raja, atau sering disebut dengan "pengageman ndalem". Motifnya bentuk dasarnya letter S yang jarak masing-masing diatas 12 cm," ucapnya.

Baca juga: Menengok Desa Batik di Yogyakarta

Makna dari motif parang barong, seorang raja harus selalu hati-hati, agar dapat mengendalikan diri lahir batin sehingga menjadi pemimpin yang bertanggungjawab, berwatak dan berbudi luhur.

Sementara motif batik yang dikenakan oleh permaisuri bernama parang gendreh. "Yang jaraknya (jarak miring letter S) lebih kecil dari parang barong, dikenakan oleh Permaisuri dan dinamakan parang gendreh. Ragam hiasnya sama, hanya ukuran lebih kecil," tuturnya.

Adapun untuk putri raja, mengenakan motif batik parang klitik. Motif ini lebih kecil lagi dari parang barong dan parang gendreh,  Parang klitik melambangkan perilaku yang halus dan kelemah-lembutan.

Menurut dia,  ketentuan peraturan motif batik tersebut hanya berlaku di dalam lingkungan Keraton.  "Kalau sudah diluar Keraton tidak berlaku. Seperti misalnya saya mengenakan parang rusak di dalam keraton, pasti di tegur, tapi kalau di luar itu tidak ada orang yang peduli," sebut dia.


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

Johannes Kotjo: Kalau Bang Idrus Mohon Maaf, Ngerti Juga Enggak

Johannes Kotjo: Kalau Bang Idrus Mohon Maaf, Ngerti Juga Enggak

Nasional
Prabowo Sebut Kasus Ahmad Dhani Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan

Prabowo Sebut Kasus Ahmad Dhani Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan

Nasional
Masukan Warga: Belum Ada Trotoar, Tempat Duduk Kurang, hingga Tukang Ojek Mangkal di Stasiun Cisauk

Masukan Warga: Belum Ada Trotoar, Tempat Duduk Kurang, hingga Tukang Ojek Mangkal di Stasiun Cisauk

Megapolitan
Melasti, Umat Hindu Diajak Menjaga Kedamaian Memasuki Tahun Politik

Melasti, Umat Hindu Diajak Menjaga Kedamaian Memasuki Tahun Politik

Regional
Wapres Kalla Sebut Penguasaan Lahan oleh Prabowo Tak Menyalahi Aturan

Wapres Kalla Sebut Penguasaan Lahan oleh Prabowo Tak Menyalahi Aturan

Nasional
Anies Harap Kawasan Pecinan Glodok Jadi Destinasi Wisatawan

Anies Harap Kawasan Pecinan Glodok Jadi Destinasi Wisatawan

Megapolitan
Gulungan Kabel PLN Terbakar di Bintaro

Gulungan Kabel PLN Terbakar di Bintaro

Megapolitan
Praktik Baik Berbagi Ilmu lewat Program 'Sekolah Asuh' Binus Serpong

Praktik Baik Berbagi Ilmu lewat Program "Sekolah Asuh" Binus Serpong

Edukasi
Abaikan AS, Erdogan Bakal Tetap Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan AS, Erdogan Bakal Tetap Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
Pura-pura Hamil Ternyata Perempuan Ini Menyelundupkan Kucing

Pura-pura Hamil Ternyata Perempuan Ini Menyelundupkan Kucing

Internasional
KPK Harap MA Segera Putuskan PK yang Diajukan Irman Gusman

KPK Harap MA Segera Putuskan PK yang Diajukan Irman Gusman

Nasional
Ibu Ini Titip Sari Kedelai dan Lontong Balap untuk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Ibu Ini Titip Sari Kedelai dan Lontong Balap untuk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Regional
Saat Ibu Negara Berakting Sebagai Pengedar Narkoba di Hadapan Ratusan Siswa

Saat Ibu Negara Berakting Sebagai Pengedar Narkoba di Hadapan Ratusan Siswa

Regional
RA Terima Surat Keputusan DJSN Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dewas BPJS-TK

RA Terima Surat Keputusan DJSN Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dewas BPJS-TK

Nasional
Pemprov DKI: Sepeda Listrik Migo Tak Kantongi Izin Usaha dan Sertifikasi Kemenhub

Pemprov DKI: Sepeda Listrik Migo Tak Kantongi Izin Usaha dan Sertifikasi Kemenhub

Megapolitan

Close Ads X