Dosen FISIP Unair Kecam Gelar Doktor Honoris Causa Muhaimin Iskandar - Kompas.com

Dosen FISIP Unair Kecam Gelar Doktor Honoris Causa Muhaimin Iskandar

Kompas.com - 03/10/2017, 17:44 WIB
Forum Dosen FISIP Unair bacakan pernyataan sikap atas gelar doktor honoris causa Muhaimin IskandarKOMPAS.com/Achmad Faizal Forum Dosen FISIP Unair bacakan pernyataan sikap atas gelar doktor honoris causa Muhaimin Iskandar

SURABAYA, KOMPAS.com - Kelompok dosen FISIP Universitas Airlangga (Unair) mengecam pemberian gelar doktor honoris causa bidang sosiologi politik kepada Muhaimin Iskandar.

Mereka menyebut gelar untuk ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu cacat prosedur.

Kelompok yang menyebut dirinya sebagai Forum Dosen FISIP Unair itu langsung menggelar jumpa pers di gedung FISIP kampus B Unair, Selasa (3/10/2017) sesaat setelah acara penganugerahan doktor honoris causa kepada Muhaimin Iskandar dilaksanakan.

Juru Bicara Forum Dosen FISIP Unair, Airlangga Pribadi, menilai proses pemberian gelar akademik itu tertutup, terburu-buru, tidak memperhatikan aspirasi civitas akademika, dan tidak melalui hasil rapat Badan Pertimbangan Fakultas.

"Naskah Akademik dan Tim Adhoc tidak pernah diketahui oleh civitas akademika FISIP Unair selama proses berlangsung. Ini jelas melanggar aturan penganugerahan gelar akademik yang dibuat menteri pendidikan dan peraturan universitas," jelasnya.

Baca juga: Muhaimin Resmi Sandang Gelar Doktor Honoris Causa dari Unair

Dia membantah aksi penolakannya itu bermuatan politis. Menurut Airlangga, justru aksi itu selain sebagai wujud kepedulian kepada almamater, juga sebagai bentuk tanggung jawab sebagai kaum akademisi dan intelektual.

Sementara itu, secara terpisah, Muhaimin menyebut penolakan itu sebagai hal yang lumrah.

"Ada yang pro dan kontra itu biasa. Akan saya jadikan sebagai pemacu saya untuk lebih banyak berjuang untuk bangsa," kata Muhaimin.

Baca juga: Soal Protes Gelar Honoris Causa, Muhaimin "No Comment"

Kompas TV Politisi di Senayan menganggap, jika isu ini benar adanya, maka hal ini mengancam keamanan nasional.


EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Penyebab Banjir Sulsel, Pintu Air di Dua Bendungan Dibuka

Regional
Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Lantik Bupati dan Wabup Garut, Ini Janji Ridwan Kamil

Regional
Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Takut Longsor, Warga Cisolok Sukabumi Ada yang Mengungsi ke Banten

Regional
Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Mahasiswa UNG Korban Kekerasan Alami Gangguan Pendengaran Hingga Trauma

Regional
Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Terpeleset Saat Bermain, Bocah SD Ditemukan Tewas di Dasar Embung

Regional
Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Fakta Rencana Penutupan TN Komodo oleh Gubernur NTT, Tawarkan Revitalisasi hingga Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Regional
Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Sumur Semburkan Lumpur dan Gas, 10 Kepala Keluarga Mengungsi

Regional
Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Sidang Kasus Penguasaan Lahan, Hercules Cecar Pertanyaan ke Bos PT Nila Alam

Megapolitan
Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat, Kredit Infrastruktur Daerah Diluncurkan

Regional
Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Penagihan Door-to-Door Efektif Kumpulkan Pajak

Megapolitan
Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Polri: Hasil Analisis Rekaman CCTV Bom di Rumah Pimpinan KPK Masih Kabur

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Biografi Tokoh Dunia: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Rusia ke Kutub Selatan

Internasional
Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Pasca-bencana Banjir, PLN Segera Pulihkan Sistem Kelistrikan di Sulsel

Regional
Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Karangan Bunga untuk BTP Berdatangan di Mako Brimob Depok

Megapolitan
Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Regional

Close Ads X