Kompas.com - 02/10/2017, 21:44 WIB
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Warga padukuhan Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, mulai mengembangkan kerajinan batik beberapa tahun terakhir.

Tak ada perbedaan dengan dusun lain di pusat kota yang memiliki gang sempit, dan rumah berdempetan. Tetapi satu ciri khas Dusun Kepek 1 adalah beberapa rumah warga di cat model batik sejak tahun 2016 lalu. Warga sekitar pun membuat batik tulis dan cap.

Seperti Sumarni yang pada 2012 lalu telah memasuki masa purna tugas sebagai guru SD, dia diperkenalkan batik terjadi saat ia mendapat pelatihan dari tetangganya. Setelah mengikuti pelatihan itu, ia langsung memutuskan terjun ke usaha pembuatan batik tulis dan cap. "Kebetulan saat pensiun, saya memang berniat membuka usaha,"katanya Senin (2/10/2017).

Setiap hari, di sela kesehariannya, Sumarni bersama ibu lainnya yang tergabung dalam paguyuban bertaman Budi Kepek membuat kain batik. Di Dusun Kepek 1, warga membuat motif batik Manding dan Gendis. "Ada batik cap dan batik tulis, sekarang sudah banyak pesanan," ucapnya.

Baca juga: Sengitnya Persaingan Batik Jawa Tengah dengan Batik Asal China

Untuk harga, batik cap dijual sekitar Rp 125.000 per potong, sedangkan batik tulis sekitar Rp 350.000 per potongnya.

Sementara bagi remaja dan anak muda dikembangkan kaos batik pelangi yang dibuat dengan motif pelangi.  Kaos model batik unik ini dijual Rp 250.000 per potong. "Hasilnya lumayanlah untuk menambah uang pensiun," katanya.

Terpisah, Kepala Desa Kepek, Bambang Setyawan menjelaskan, di Desa Kepek terdapat empat titik pembuatan batik, yang dikembangkan beberapa tahun terakhir. Yakni di Dusun Bansari model batik Cangkring, Dusun Kepek batik model Manding dan Gendis, serta Ledoksari model Batik Nusantara. "Untuk yang pertama memang dikembangkan di dusun Kepek 1,"katanya.

Dia menyebutkan, pengembangan sebagai desa sudah tiga kali melakukan pelatihan kepada para perajin. Selain itu, melakukan sertifikasi terhadap perajin.

Adapun motif batik yang menjadi produk andalan di daerah itu adalah batik Manding dan Cangkring. "Kita sebagai desa budaya pengembang batik terus berupaya mengembangkan batik sebagai identitas desa. Salah satunya dengan menggelar pameran dan event, kita berupaya mengikuti," ucapnya.

Kompas TV Fashion show unik ini digelar di jalanan depan Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah, Senin (2/10) siang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.