Sopir Angkutan Konvensional di Pekalongan Demo, Jalur Pantura Macet

Kompas.com - 02/10/2017, 15:35 WIB
Pengemudi becak di Pekalongan, Jawa Tengah, saat melintas di Jalur Pantura melakukan aksi unjuk rasa terkait ojek online, Senin (2/10/2017). Kompas.com/Ari Himawan SaronoPengemudi becak di Pekalongan, Jawa Tengah, saat melintas di Jalur Pantura melakukan aksi unjuk rasa terkait ojek online, Senin (2/10/2017).
|
EditorErlangga Djumena

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Ratusan pengemudi angkutan konvensional seperti tukang ojek pangkalan, sopir angkutan kota, taksi, dan tukang becak menggelar aksi demo ke Pemerintah (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (2/10/2017). Mereka melakukan aksi longmarch dari lapangan Sorogenen ke kantor walikota.

Dengan membawa spanduk tuntutan, para pendemo menuntut pelarangan angkutan berbasis online seperti Grab, Go-Jek, dan sejenisnya. Mereka menyebut, sejak angkutan penumpang berbasis online itu beroperasi penghasilan mereka menurun drastis.

"Pendapatan berkurang, kami lapar, anak kami dan keluarga kami terkena dampaknya," kata Slamet (45) seorang penarik becak.

Ratusan kendaraan yang mereka bawa berjalan pelahan menyusuri jalur pantura hingga ke kantor walikota. Akibatnya, kemacetan tak bisa dihindarkan lataran banyaknya kendaraan yang melakukan longmarch. Guna menghindari kemacetan yang lebih parah, polisi mengalihkan arus dari arah Jakarta menuju Semarang ke jalur dalam kota.

Baca juga: Tak Sengaja Tembak Pengemudi Ojek Online, 4 Anggota Polisi Diperiksa Propam

Martoyo, Ketua Organda Pekalongan mengaku aksi ini digelar sebagai respons dari para pelaku usaha angkutan konvensional terhadap semakin maraknya ojek dan taksi berbasis online. Semenjak ojek dan taksi berbasis online beroperasi penghasilan para tukang ojek pengemudi becak maupun angkot turun drastis, bahkan untuk membayar setoran saja sering tidak cukup.

"Menurun sangat tajam penghasilannya, kami ibarat sandal jepit sudah lama dipakai terus dilupakan, dibiarkan begitu saja. Makanya kami menuntut pembubaran angkutan online," kata Martoyo.

Perwakilan pendemo akhirnya ditemui Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih untuk diajak dialog. Sri mengaku sudah berkoordinasi dengan PLT Walikota Saelany Mahfudz terkait tuntutan pelarangan ojek online.

"PLT Walikota setuju untuk penutupan kantor ojek online karena belum berizin operasionalnya. Dan dasar hukumnya belum jelas, kita minta waktu sampai sore untuk tim agar secara teknis bisa menindaklanjuti untuk aksi untuk penutupannya. Kita minta percayakan pada pemerintah tidak usah berbondong-bondong ke sana (kantor ojek online) untuk menjaga kondusifitas," ujar Sri.

Dia mengatakan, Pemkot Pekalongan berkonsultasi ke kementerian perhubungan serta akan mengundang operator ojek online yang kini berada di Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X