Jernih Melihat Dunia: Teladan dari Si "Murid Gila" kepada Gurunya - Kompas.com

Jernih Melihat Dunia: Teladan dari Si "Murid Gila" kepada Gurunya

Kompas.com - 02/10/2017, 15:23 WIB
Para guru diberangkatkan liburan ke Singapura oleh murid mereka, Fredy Chandra.Dok. Kepala SMAN 1 Pekalongan Sulikin Para guru diberangkatkan liburan ke Singapura oleh murid mereka, Fredy Chandra.

KOMPAS.com - Benarlah sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun bagi Fredy Candra, selalu ada cara untuk memberikan imbal balik atas jerih payah para guru yang telah mendidiknya di masa muda.

Fredy merupakan salah satu lulusan SMA Negeri 1 Pekalongan, Jawa Tengah, dan kini telah bekerja. Dari penghasilannya, ia kemudian mentraktir guru-guru yang pernah mengajarnya sejak SD hingga SMA untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Teladan yang ditunjukkan oleh Fredy ini menjadi salah satu artikel dalam bingkai " Jernih Melihat Dunia" di Kompas.com sekaligus mengajak pembaca untuk melihat harapan, menghargai perbedaan, dan menjernihkan pandangan.

Berikut ini rangkuman sejumlah artikel dalam jendela "Jernih Melihat Dunia" sepanjang akhir September 2017.

Fredy Candra (paling kanan), alumnus yang memberangkatkan 65 gurunya selama SD, SMP hingga SMA untuk jalan-jalan ke luar negeri, bersama Sulikin (kedua dari kanan), Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pekalongan.handout/Sulikin Fredy Candra (paling kanan), alumnus yang memberangkatkan 65 gurunya selama SD, SMP hingga SMA untuk jalan-jalan ke luar negeri, bersama Sulikin (kedua dari kanan), Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pekalongan.

Bakti Fredy untuk guru

Pada Juli 2017, Fredy datang ke SMA Negeri 1 Pekalongan dan menemui kepala sekolah tersebut. Kedatangannya untuk menawarkan jalan-jalan gratis kepada guru-guru di bekas sekolahnya tersebut.

Fredy tidak sedang bercanda. Tepatnya pada 19 September 2017, rombongan guru yang pernah mengajar Fredy berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Bukan hanya guru SMAN 1 Pekalongan yang diberangkatkan, tetapi juga guru Fredy di SMP Negeri 1 Pekalongan dan SD Sampangan. Totalnya mencapai 65 orang.

Tidak hanya itu, Fredy juga memberi uang saku kepada guru-gurunya tersebut untuk belanja. Para guru yang sebagian sudah sepuh itu pun terbang ke Malaysia dan Singapura, tetapi Fredy tidak ikut menemani.

Bagi Fredy, semua itu ia lakukan untuk mengangkat mental bangsa Indonesia, khususnya guru.

"Ditengah-tengah kondisi bangsa ini yg sepertinya mentalnya down karena banyak kasus korupsi, kekerasan, kebencian, saling menyalahkan, rasa pesimisme terhadap masa depan, bibit perpecahan, Guru/pendidik adalah salah satu harapan dan kunci yg vital dalam mengubah hal ini. Bayangkan anak-anak kita tidak minder berkolaborasi dengan bangsa-bangsa asing, sepakbola kita tidak lagi minder dibandingkan dengan Thailand ( :P ) dan banyak lagi," tulisnya dalam akun media sosial.

Atas hal ini, Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan Sulikin menilai sosok murid seperti Fredy sudah sangat langka di zaman saat ini. Sulikin pun menceritakan pengalamannya diberangkatkan berlibur oleh Fredy di blog pribadinya. Tulisan itu diberi judul: "MURIDKU GILA".

Baca kisah-kisah teladan Fredy pada artikel berikut:
Kisah Fredy Candra, Murid Gila yang Terbangkan 65 Gurunya Jalan-jalan ke Luar Negeri
- Terharunya Para Guru, Dibayari ke Luar Negeri, Diberi Uang Saku Pula untuk Beli Oleh-oleh
- Cerita Kepala Sekolah soal Alasan Fredy Kirim 65 Gurunya Jalan-jalan ke Luar Negeri
- Cerita Fredy Candra soal Alasan Berangkatkan 65 Gurunya Liburan ke Luar Negeri

Hanya dengan berdonasi Rp 100.000, foto donatur bisa nampang di badan pesawat purwarupa R80 rancangan Habibie. Kitabisa.com/Regio Aviasi Industri Hanya dengan berdonasi Rp 100.000, foto donatur bisa nampang di badan pesawat purwarupa R80 rancangan Habibie.

Kejayaan dirgantara Indonesia

Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie telah melambungkan nama Indonesia dalam dunia kedirgantaraan. Melalui karyanya, Presiden ketiga RI itu telah merancang pesawat yang kini tengah dikembangkan, yakni pesawat baling-baling R80.

Perusahaan milik keluarga Habibie, PT Regio Aviasi Industri (RAI), kini mencari pendanaan untuk pembuatan purwarupa (prototipe) R80 yang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Adapun untuk keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai 1,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 20 triliun.

PT RAI bekerja sama dengan situs penggalangan dana melalui internet atau crowdfunding Kitabisa.com untuk menghimpun dana dari donatur. Publik bisa menyumbangkan donasi mulai dari Rp 100.000. Sebagai imbalannya, foto donatur akan ditampilkan di badan pesawat R80.

Adapun untuk donasi Rp 200.000, foto penyumbang dana akan ditampilkan di badan pesawat dan mendapatkan satu buah kaos ekslusif R80.

Baca selengkapnya di sini:
- Ikut Patungan, Foto Donatur Bakal Terpampang di Badan Pesawat R80 Habibie
Patung Pancoran, Visi Dirgantara, dan Proyek R80 Habibie (Bagian I)
- Habibie dan Jejak Pesawat Buatan Indonesia (Bagian II)
- Dari Dakota Seulawah, Ide Patungan buat Pesawat R80 Habibie (Bagian III)
- Titip Asa Dirgantara pada Pesawat R80 Habibie (Bagian IV - Terakhir)

Pelajaran hidup dalam keberagaman di rusun

Seorang warga Rusun Pulogebang membubarkan ibadah kebaktian anak-anak dengan cara-cara yang kurang pantas. Nasoem Sulaiman alias Joker, warga tersebut, akhirnya meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Seorang warga rusun Pulogebang terekam video saat membubarkan ibadah kebaktian, Sabtu (23/9/2017).Dok. Facebook Boy Loen Seorang warga rusun Pulogebang terekam video saat membubarkan ibadah kebaktian, Sabtu (23/9/2017).
Kepala Unit Pengelola Rusunawa Pulogebang Ageng Darmintono mengatakan, Joker sendiri merupakan warga rusun yang bekerja sebagai tukang bangunan. Ketika lewat di lantai 3 Blok F, Joker secara spontan membubarkan ibadah kebaktian anak-anak yang saat itu sedang berlangsung.

Ageng mengatakan saat itu Joker sedang membawa alat kerjanya seperti gergaji, linggis, palu, sama kampak.

Atas peristiwa ini, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustinus Darmawan mengingatkan warga rusun untuk tidak main hakim sendiri jika ada masalah di rusun.

Warga bisa melaporkan permasalahannya ke Kepala Unit Pengelola Rusun masing-masing. Jika masalah tidak bisa diselesaikan, warga bisa membawa persoalan mereka kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.

Baca selengkapnya di artikel berikut:
- Bubarkan Ibadah Kebaktian, Warga Rusun Pulogebang Menyesal dan Minta Maaf
- Warga Diingatkan Tak Main Hakim Sendiri Saat Ada Masalah di Rusun


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Close Ads X