Pengumuman di Bandara Adisutjipto Pakai Bahasa Jawa - Kompas.com

Pengumuman di Bandara Adisutjipto Pakai Bahasa Jawa

Kompas.com - 01/10/2017, 12:36 WIB
Suasana Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (1/10/2017). Sudah dua bulan ini bandara tersebut dilengkapi dengan pengumuman yang disiarkan dalam bahasa Jawa untuk penumpang.HERMAN Suasana Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (1/10/2017). Sudah dua bulan ini bandara tersebut dilengkapi dengan pengumuman yang disiarkan dalam bahasa Jawa untuk penumpang.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ada yang lain di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Sudah sekitar dua bulan ini pengumuman keberangkatan pesawat tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris, tetapi juga menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu di Yogyakarta.

"Kira-kira sudah dua bulan ini. Di sini kan banyak juga penumpang orang tua, seperti dari Kulon Progo yang mungkin cuma bisa bahasa Jawa," ujar Gregorius Willy Joetanto, petugas Angkasa Pura Bandara Adisutjipto, Minggu (1/10/2017).

Pengumuman dalam versi bahasa Jawa diucapkan setelah pengumuman menggunakan bahasa Indonesia, kemudian disusul bahasa Inggris.

Joetanto menambahkan, selain untuk memudahkan informasi bagi penumpang dari Yogyakarta dan sekitarnya. Pengumuman dengan bahasa Jawa juga untuk menonjolkan ciri khas Yogyakarta.


Inilah salah satu kutipan pengumuman terakhir bagi penumpang yang diucapkan dalam bahasa Jawa di Bandara Adisutjipto.

"Nyuwun kawigatosipun. Ngaturaken pamengkasan kagem penumpang Citilink ingkang nomer penerbangan QG setunggal nol gangsal (105) tujuan Jakarta. Para penumpang kasumanggaaken enggal-enggal minggah motor mabur. Matur nuwun."

Artinya begini, "Mohon perhatian. Diberitahukan untuk terakhir kali kepada penumpang Citilink nomor penerbangan QG 105 tujuan Jakarta. Para penumpang dipersilakan segera naik ke pesawat. Terima kasih."


EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

DPRD DKI Minta Jakpro Hentikan Pembangunan Pusat Kuliner Pluit

Megapolitan
Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Regional
Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Polri dan TNI Diminta Bersinergi Usut Tuntas Perusakan Polsek Ciracas

Nasional
PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

PDI-P Ingatkan Gerindra dan PKS, Wagub DKI Jangan Jadi Ban Serep

Megapolitan
Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Bermimpi Go-Jek Bisa Gantikan Whatsapp

Nasional
Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Penghapusan Sanksi PKB, Samsat Jakarta Barat Tambah Jam Pelayanan

Megapolitan
Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Regional
Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Pohon Natal Tertinggi di Asia Tenggara di Siantar Dipercantik

Regional
Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Mitra Kukar Terdegradasi, Dukungan Mitman Tetap Militan Sampai Mati

Regional
'Taxiway' Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

"Taxiway" Ambles, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Juanda, 195 Penumpang Diturunkan

Regional
Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Begini Model Kantong Belanja dari Tepung Singkong yang Akan Digunakan di Bekasi

Megapolitan
Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Internasional
Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Nenek Marsinah Bingung Cari Tanah Pengganti

Regional
2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

2 Motor Tabrakan di Kupang, 2 Orang Tewas dan 1 Kritis

Regional
Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Pemerintah Sarankan Rumah Hunian Sementara di Lombok Tak Berbahan Dasar Kayu

Nasional

Close Ads X