10 Personel Kodam Masak hingga 1 Ton Beras Tiap Hari untuk Pengungsi Gunung Agung

Kompas.com - 01/10/2017, 09:27 WIB
Tentara yang menyiapkan makanan di pengungsian Gor Swecapura Klungkung BaliKOMPAS.COM/Ira Rachmawati Tentara yang menyiapkan makanan di pengungsian Gor Swecapura Klungkung Bali


KLUNGKUNG,Kompas.com - Setiap hari 15 personel dari Kodam IX / Udayana bertugas memasak nasi untuk pengungsi di GOR Swecapura, Bali, sejak status Gunung Agung ditetapkan awas pada 22 September 2017.

Setiap harinya mereka memasak hingga satu ton beras untuk lebih dari seribu pengungsi di Swecapura.

"Untuk dua hari terakhir ini 750 kilogram karena ada beberapa pengungsi di zona aman yang sudah kembali tapi pernah masak sampai satu ton untuk sarapan, makan siang dan makan malam," ujar personel dari Kodam IX / Udayana, Ketut Selamet, kepada Kompas.com, Minggu (1/10/2017).

(baca: Kisah Pengungsi Gunung Agung 1963: Gelap dan Kami Ngungsi Bawa Obor)


Ada 15 personel yang bertugas di pengungsian tersebut dan bergantian setelah lima hari. Mereka mulai beraktivitas mulai 04.30 Wita untuk menyiapkan sarapan bagi pengungsi.

"Paling tidak jam 06.00 nasi sudah matang dan siap dibungkus lalu didistribusikan ke pengungsi. Kalau kelamaan kasihan juga," kata Selamet.

Ada 12 kompor yang digunakan untuk memasak nasi, dan masing-masing kompor bisa untuk memasak 20 kilogram beras. Setelah matang, nasi kemudian didinginkan di tempat terbuka.

"Setelah dingin baru dibungkus jika masih panas nanti cepat basi," ucap Selamet.

Jumlah pengungsi Gunung Agung saat ini mencapai 144.489 jiwa dan terbanyak mengungsi di GOR Swecapura yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Gunung Agung.

Padahal pemerintah memperkirakan, warga yang akan mengungsi maksimal 70.000 jiwa.  Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Karangasem, pada wilayah dengan radius 12 km dari puncak Gunung Agung atau dikenal dengan zona bahaya, hanya ada 27 desa dari total 78 desa di Karangasem.

(baca: Menkes: Stok Obat Bagi Pengungsi Gunung Agung Masih Cukup)

Artinya 52 desa lainnya berada dalam zona aman. Pada zona bahaya jumlah penduduk diperkirakan hanya 70.000 jiwa. Namun warga yang mengungsi dua kali lipat dari jumlah tersebut.



EditorIndra Akuntono

Close Ads X