Kompas.com - 28/09/2017, 13:30 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017). KOMPAS.com/TEUKU MUH GUCI SGubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X tak melarang warganya yang ingin mengikuti aksi demo 299 ke DPR di Jakarta besok.

Seperti diketahui aksi 299 ke DPR itu terkait dengan penolakan terhadap peraturan presiden pengganti undang-undang organisasi kemasyarakatan (ormas) dan terhadap kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia pada Jumat (29/9/2019).

"Yo ra popo (enggak apa-apa), itu demokrasi asalkan tidak merusak, tidak apa-apa," kata Sultan ketika ditemui di Hotel Melia Purosani, Jalan Mayor Suryotomo, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis (28/9/2017).

Sultan menilai, aksi yang digelar alumni "212" itu merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Oleh karena itu, ia tak perlu memberikan imbauan kepada warganya untuk tidak perlu mengikuti aksi 299 tersebut.

"Itu aspirasi masyarakat, nanti dikira saya tidak demokratis," tutur Sultan.

Terkait dengan adanya anggapan PKI bangkit saat ini, Sultan menilai hal tersebut tak akan terjadi. Menurutnya, PKI merupakan organisasi yang dilarang di Indonesia sehingga tak ada yang perlu ditakutkan kebangkitannya.

"Kalau ada isu PKI dan kalau kelihatan begitu, (karena) sekarang dianggap melanggar hukum, ya tinggal di-punishment saja, selesai," kata Sultan.

Baca juga: Tolak Perppu Ormas dan Kebangkitan PKI, Alumni 212 akan Gelar Aksi 299

Ditanya isu PKI masih relevan untuk diangkat saat ini, Sultan menyebut hal tersebut tergantung cara memandangnya. Namun yang jelas, kata dia, keputusan MPRS yang melarang keberadaan PKI di Indonesia itu harus dipatuhi dan ditaati.

"Kalau itu partai terlarang ya tidak bisa apa-apa," tutur Sultan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif menyampaikan, aksi 299 digelar dalam rangka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat. Selain itu, aksi tersebut juga meminta DPR menolak dan melawan kebangkitan PKI yang indikasinya semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Ketua MUI Nilai Aksi 299 Tak Perlu Dilakukan

Kompas TV Jelang rencana aksi massa 299 pada hari Jumat yang akan datang di Gedung DPR MPR.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.