Dedi Mulyadi Mengaku Sudah Lapor ke Sekjen DPP Golkar soal Mahar Rp 10 Miliar

Kompas.com - 28/09/2017, 13:11 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di hadapan seluruh kader dan pengurus partainya di seluruh Kota/Kabupaten Jawa Barat di kantornya, Selasa (26/9/2017). Kompas.com/ Irwan NugrahaKetua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di hadapan seluruh kader dan pengurus partainya di seluruh Kota/Kabupaten Jawa Barat di kantornya, Selasa (26/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, orang yang meminta mahar Rp 10 miliar guna memuluskan surat rekomendasi pencalonanan dirinya sebagai gubernur Jabar telah dilaporkan ke Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkat Idrus Marham.

"Waktu itu saya langsung via telepon ke Pak Sekjen dan menyebutkan siapa orangnya yang minta Rp 10 miliar. Jadi Pak Sekjen sebetulnya sudah tahu siapa orangnya," jelas Dedi kepada wartawan di kantornya, Kamis (28/9/2017).

Namun, saat ditanya wartawan nama orang yang mengaku kenal dengan ketua umum atau pengurus di DPP Partai Golkar tersebut, Dedi enggan menyebutkannya secara langsung. Dirinya hanya siap jika dipanggil DPP untuk dimintai klarifikasi secara langsung terkait permasalahan tersebut.

"Tapi kalau saya diminta diklarifikasi oleh DPP pusat saya siap untuk menjelaskan secara langsung. Kalau disebutkan namanya di media kurang bagus. Saya tak pernah menyebut pengurus DPP ya, tapi orang yang mengaku kenal dengan pimpinan di DPP," ungkap dia.

Baca juga: Golkar Bantah Dedi Mulyadi soal Ada Mahar untuk Pencalonan Pilkada

Sejatinya, kata Dedi, permasalahan ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengurus DPP. Mereka pun sudah memahaminya. Ia pun siap memberikan penjelasan jika masalah itu dibawa ke pembahasan dewan pembina.

"Saya lakukan ini sebagai langkah organisasi supaya dipercaya masyarakat. Langkah otokritik ini untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat di tengah terpuruknya elektabilitas Golkar, tapi di Jabar malah mengalami peningkatan sesuai lembaga survei," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Dedi Mulyadi mengaku diminta seseorang yang dekat dengan DPP Golkar Rp 10 miliar untuk surat rekomendasi pencalonan gubernur Jabar. Permintaan itu disampaikan melalui sambungan telepon.

Pengakuan Dedi itu disampaikan saat ia berorasi di depan ratusan kader Golkar dari seluruh daerah di Jawa Barat yang berunjuk rasa mengecam terbitnya surat bodong DPP Partai Golkar untuk mendukung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

"Kita menapaki proses konsolidasi politik. Rapat di DPP kita ikuti. Dari pertama sampai diputuskan (rekomendasi) 1 Agustus 2017, habis itu hilang. Saya sabar. Di tengah-tengah itu saya secara pribadi mengalami kegelisahan karena seringkali ada orang telepon. 'Pak Dedi siap kan? Kalau enggak tidak akan keluar rekomendasinya'," kata Dedi menirukan ucapan si penelepon, Selasa sore.

Baca juga: Dedi Mulyadi Mengaku Diminta Rp 10 Miliar untuk Rekomendasi di Pilkada Jabar

Menurut Dedi, kata "siap" dimaksud adalah menyediakan uang mahar sebesar Rp 10 miliar agar mendapat surat rekomendasi penunjukan sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat dari DPP Partai Golkar.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
Warga Bekasi Ditemukan Tinggal Kerangka di Jepara

Warga Bekasi Ditemukan Tinggal Kerangka di Jepara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X