Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/09/2017, 07:00 WIB
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mungkin sebagian orang tak menyangka, lahan di sela wilayah perbukitan di perbatasan antara Gunungkidul dan Jawa Tengah bisa ditanami padi yang bisa dipanen 3 kali setahun. Bahkan rata-rata lahan tersebut bisa menghasilkan 10 ton per hektarnya.

Warga Dusun Sedono, Desa Pundungsari, Semin, melakukan panen raya padi, Rabu (27/9/2017). Panen kali ini menjadi kebanggaan tersendiri karena di wilayah Sedono, petani dapat tiga kali memanen padi setahun. Padahal untuk menuju ke dusun tersebut harus menaiki perbukitan yang cukup terjal.

Sesampainya di wilayah persawahan yang hampir berada di atas bukit, terdapat ratusan kotak sawah mirip teras iring yang ada di Bali. Beberapa petani menunggui tanaman padi yang menguning dari serangan burung liar.

Salah seorang warga Sedono, Tumino, mengatakan, Dusun Sedono berada di wilayah perbukitan sehingga jarang ditemukan area yang datar. Namun dengan adanya dua sumber air yang ada di puncak bukit dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pertanian. Untuk menahan air dibuat embung sekitar 10 meter.

"Berkat sumber itu, setiap tahunnya kami dapat panen tiga kali. Kondisi ini merupakan hal yang sangat jarang dilihat di Gunungkidul karena rata-rata hanya panen dua kali saja," katanya, Rabu.

(Baca juga: Banjir Lahar Dingin dari Gunung Sinabung, 30 Hektar Lahan Pertanian Rusak)

Warga lainnya di Dusun Sedono, Suroto, menambahkan, warga tak perlu membayar air untuk pertanian, karena sumber air berada di wilayah tersebut melimpah. Warga hanya perlu bergantian dengan warga lainnya untuk memanfaatkannya, terutama musim kemarau.

Saat petani lainnya membiarkan lahan pertaniannya berhenti warga di dusun tersebut tetap bisa menanam.

"Warga tidak mengeluarkan biaya karena untuk pengairan menggunakan sistem gravitasi sehingga seluruh lahan bisa dialiri," tuturnya.

Warga sekitar bisa memanen padi hingga 10,4 ton padi setiap hektarnya. Total lahan persawahan di Dusun Sedono mencapai 25 hektar. Namun, untuk masa tanam ketiga area yang ditanami hanya seluas 15 hektar.

"Memang untuk musim kemarau luasannya tidak sebanyak saat musim penghujan, menyesuaikan sumber air, bukan karena lahan yang dimiliki warga tetap produktif," imbuh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Semin Ngadiman.

Bupati Gunungkidul Badingah mengapresiasi panen padi di musim kemarau yang dilakukan oleh warga Dusun Sedono. Dia berharap ini bisa menjadi pelecut petani.

"Semangat petani dengan lahan terbatas bisa menjadi contoh daerah lainnya, tidak hanya Gunungkidul tetapi di daerah lainnya," katanya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.