Beri Solusi Banjir, Dosen ITB Ciptakan Bahan Jalan yang Bisa Serap Air

Kompas.com - 28/09/2017, 06:48 WIB
Dosen ITB Prof Dr Ir Bambang Sunendar Purwasasmita saat mempraktikan cara kerja bahan geopori yang mampu menyerap air. Teknologi itu diciptakan Bambang untuk menawarkan solusi mengatasi banjir di perkotaan. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIDosen ITB Prof Dr Ir Bambang Sunendar Purwasasmita saat mempraktikan cara kerja bahan geopori yang mampu menyerap air. Teknologi itu diciptakan Bambang untuk menawarkan solusi mengatasi banjir di perkotaan.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Ir Bambang Sunendar Purwasasmita menciptakan inovasi baru untuk mengatasi persoalan genangan air di jalanan perkotaan yang kerap mengakibatkan banjir sementara.

Teknologi tersebut dinamai geopori. Geopori merupakan racikan bahan pembuatan jalan sebagai pengganti beton atau aspal yang mampu menyerap air genangan di jalan.

Bahan baku yang digunakan didapat dari bahan-bahan limbah industri berbahaya seperti limbah batu bara yang kerap dipandang tak punya nilai ekonomis.

Bambang mengatakan, ide pembuatan geopori tercetus sejak tahun 2003 dari keresahannya melihat genangan air di jalanan yang kerap menyebabkan kemacetan. Proyek percobaan dimulai tahun 2009.

"Pada 2014, business plan sudah dihitung. Kemudian pada 2015, secara teknologi geopori itu sudah bisa dipraktikkan dengan pembuatan konstruksi," ucap Bambang saat ditemui di Kampus ITB, Jalan Tamansari, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Bisakah Teknologi Menghentikan Penuaan?)

Masalah bajir di area perkotaan, sambung Bambang, kerap disebabkan drainase dan gorong-gorong yang tersumbat sampah. Namun, dengan teknologi geopori, sampah tak jadi penghambat. Sebab dalam hitungan detik, genangan air akan langsung terserap.

"Dan air diserap langsung ke dalam tanah, tidak dibuang ke sungai," ucapnya.

Secara konstruksi, pembuatan jalan geopori tak jauh berbeda dengan proyek jalan menggunakan aspal atau beton. "Ini sistemnya curah sama seperti beton atau aspal," tuturnya.

Bambang menyebut, daya serap geopori bisa mencapai 2.000 liter per menit per meter persegi. Bahkan, daya serapnya bisa jauh lebih besar menyesuaikan kebutuhan konstruksi.

"Yang penting bahan ini tahan gerusan air. Kalau aspal gak kuat, ini bukan aspal dan juga bukan semen. Kalau menurut basic science, kekuatannya sampai 40 tahun karena memang tidak tergerus air. Contoh untuk bahu jalan saja mampu menahan beban sekitar 1,5 ton per meter," ungkapnya.

(Baca juga: Lewat Teknologi, Anak-anak Muda Bicara Perpecahan Bangsa)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.