12 Jam Geledah 5 Instansi Kukar, KPK Bawa Dokumen Tambang dan Sawit

Kompas.com - 27/09/2017, 21:21 WIB
KPK menggeledah Kantor Bupati Kukar, Selasa (26/9/2017). KOMPAS.com/Gusti NaraKPK menggeledah Kantor Bupati Kukar, Selasa (26/9/2017).
|
EditorReni Susanti

SAMARINDA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggeledah lima instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Untuk menggeledah lima instansi tersebut, penyidik dibagi menjadi lima tim. Mereka mencari dokumen terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Kukar Rita Widyasari.

Kepala Bidang Tata Laksana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Misri mengatakan, KPK menggeledah lima instansi selama 12 jam. “Tadi jam sembilan pagi dimulainya, jam sembilan malam selesai,” kata Misri, Rabu (27/9/2017).

Lima instansi di lingkungan Pemkab Kukar yang digeledah KPK hari ini adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Permukiman, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Dinas Perkebunan dan Badan Lingkungan Hidup.

(Baca juga: Rekam Jejak Rita Widyasari, Bupati Kukar dengan Sederet Penghargaan yang Jadi Tersangka KPK)

 

Selama proses penggeledahan, pegawai negeri sipil (PNS) dinas tersebut tidak boleh keluar maupun masuk ke kantor. PNS yang tidak bisa masuk, memilih menunggu di depan kantor.

“Petugas KPK tidak berhenti mencari dokumen-dokumen dan arsip di seluruh ruangan, kami menunggu sampai selesai,” ujarnya.

Pengamanan ketat dilakukan pasukan dari Brimob Polda Kaltim di setiap pintu masuk kantor. Sementara di dalam gedung penyidik KPK tampak sedang menyusun ribuan dokumen penting. Wartawan pun dilarang mengambil gambar aktivitas penyidik KPK.

Hingga selesai menggeledah, penyidik KPK terlihat membawa berkas-berkas penting dari lima instansi tersebut. “Kalau tadi cuma dokumen-dokumen yang dibawa. Banyak yang dibawa, jumlahnya tidak bisa dipastikan berapa,” sebutnya.

Diketahui, penggeledahan ini merupakan lanjutan penggeledahan yang dilakukan sehari sebelumnya di di kantor Bupati Kukar. Penyidik masih mencari bukti terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Rita Widyasari. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Regional
'Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien'

"Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien"

Regional
Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Regional
Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X