Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Kukar Rita Dikenal Supel dan Peduli

Kompas.com - 27/09/2017, 18:56 WIB
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari .Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kabar penetapan status tersangka kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) tidak lantas membuat sejumlah earga Kukar kaget.

Sejak dulu, nama Rita Widyasari sangat populer, sehingga namanya kerap dikait-kaitkan dengan sang ayah, Syaukani HR, bupati Kukar terdahulu.

“Dulu waktu mencalonkan bupati Kukar, sudah sering ada selentingan-selentingan soal dugaan korupsi. Tapi pada waktu pilkada, suaranya tinggi sekali. Jadi memang warga Kukar yang memilih,” kata Agus Dwiwoko, warga Timbau, Tenggarong, Kukar.

Sebagai bupati "rocker", Rita dikenal ramah dan mendukung kreativitas anak muda Kukar. Undangan band-band rock luar negeri adalah bukti bahwa dia ingin memberi hiburan untuk masyarakat Kukar.

“Setiap ajang rockin fest di Tenggarong, semua anak muda penyuka musik datang. Di mana mau nonton gratis band-band luar negri. Syaratnya harus damai dan tidak membawa narkoba atau senjata tajam. Itu yang bikin anak muda Kukar kehilangan bupati Rita,” kata Salehuddin Ale, rocker asal Kukar.

Baca juga: Harta Bupati Kukar Rita Widyasari Lebih dari Rp 236 Miliar

Selama ini, Rita dikenal sebagai sosok yang supel. Selama dua periode menjabat, Rita kerap menghadiri undangan-undangan masyarakat baik berbentuk hajatan pernikahan atau undangan ceramah agama.

“Ibu Rita itu ramah, kalau ada undangan pernikahan di Tenggarong pasti datang asal tidak sibuk. Beberapa kali saya lihat ada beliau di acara hajatan masyarakat. Walau tidak lama, tapi tetap muncul,” kata Narwiyah, salah satu penyanyi electone dari Tenggarong, Kukar.

Di bidang kesejahteraan kesehatan, Rita juga dikenal sangat perhatian dan mengedepankan masalah jaminan sosial dan kesehatan warganya. Rita bahkan mendirikan rumah sakit tanpa perbedaan kelas. Baik warga kaya atau warga miskin, tetap diperlakukan sama di RS Parikesit Tenggarong.

“Kami dibayari jaminan kesehatan. Dulu saya pernah ngadu soal rumitnya BPJS, waktu itu Bu Rita marah. Kalau untuk kesehatan, Rita paling peduli. Semenjak ada RS Parikesit, kita gampang kalau mau dirujuk,” kata Pelmi, warga Loa Duri, Kukar.

Diketahui, Bupati Kukar Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/9/2017).

Baca juga: Bupati Kukar: Menjadi Tersangka Bukan Akhir dari Hidup

Rita diduga menerima gratifikasi selama masa jabatannya sebagai bupati Kukar. KPK sudah menggeledah seluruh instansi pemerintahan Kukar, dan membawa dokumen arsip yang dianggap penting.

Tidak hanya itu, KPK juga membawa sejumlah uang dalam pecahan dolar dan empat buah mobil mewah yang kini dititipkan di Mapolres Kukar.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X