Polisi Syariah Tangkap 3 Wanita di Kafe Lhokseumawe

Kompas.com - 26/09/2017, 16:15 WIB
Ilustrasi. ISTIlustrasi.
|
EditorReni Susanti

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Polisi syariah (wilayatul hisbah) Kota Lhokseumawe menangkap tiga wanita dari kafe dan tempat karaoke berbeda di Lhokseumawe, Selasa (26/9/2017) dinihari.

Ketiganya berinisial Y (28), YS (23), dan I (33). Y dan YS merupakan warga Kecamatan Banda Sakti. Mereka ditangkap di salah satu kafe di Kota Lhokseumawe. Sedangkan I ditangkap di salah satu kafe dan tempat karaoke di Lhokseumawe.

Kepala Bidang Penegakan Kebijakan Daerah dan Syariat Islam, Kota Lhokseumawe, Muhammad Nasir menyebutkan, ketiganya terjaring dalam operasi rutin yang digelar polisi syariah bersama Polres Lhokseumawe.

“Dua orang wanita pertama kita tangkap itu di kafe SG. Mereka duduk bersama pria lengkap dengan minuman keras di meja. Si pria ini berhasil melarikan diri,” sebut Nasir.

(Baca juga: Dihukum Cambuk 100 Kali, Wanita Ini Menangis)

 

Sedangkan seorang wanita berinisial I ditangkap pada kafe lainnya. Saat digeledah juga ditemukan alat hisab sabu. Polisi sempat menyelidiki temuan tersebut. 

“Namun karena tak terbukti si wanita ini pemilik alat hisap sabu itu, dia dikembalikan ke polisi syariah,” katanya.

Untuk minuman keras, sambung Nasir, pelaku terancam hukuman 40 kali cambukan. “Saat ini kita masih menyelidiki kasus ini,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X